PPN sembako dan jasa pendidikan, Kemenkeu klaim sasar menengah atas

Senin, 14 Juni 2021 | 17:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berencana menghapus pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sembilan bahan pokok (sembako) alias bahan pangan pokok, serta jasa pendidikan hingga kesehatan.

Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan rencana pengenaan pajak tersebut hanya akan berlaku kepada sembako serta pelayanan jasa pendidikan dan kesehatan untuk golongan masyarakat menengah ke atas.

Staf Khusus Menkeu bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin menuturkan, rencana pengenaan PPN untuk beberapa obyek tertentu akan menonjolkan aspek keadilan dan gotong royong. "Masyarakat yang mampu dan kontribusi pajaknya belum optimal akan ditingkatkan," kata Masyita dalam akun Instagram resminya, Senin (14/6/2021).

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini memberikan fasilitas pengecualian PPN tanpa mempertimbangkan jenis, harga, dan kelompok yang mengonsumsi. Apapun jenis sembakonya, menurut dia, sama-sama tidak kena pajak.

Masyita pun mencontohkan, beras biasa dan beras premium serta daging sapi biasa dan wagyu yang memiliki harga jauh berbeda tetapi sama-sama tidak kena pajak. Hal ini, menurut dia menciptakan distorsi. Kondisi serupa juga terjadi pada jasa pendidikan.

Dia mencontohkan, PPN saat ini tak dipungut untuk pendidikan gratis maupun les privat dan sekolah mahal. "Meskipun sama-sama tidak kena PPN, barang tersebut punya daya beli yang jauh berbeda. Orang yang lebih mampu justru tidak membayar pajak," ujarnya.

Fasilitas PPN yang dianggap tidak tepat sasaran tersebut, kata dia, menjadi dasar pemerintah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) tentang reformasi perpajakan dan sistem PPN. Ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan dan kontribusi pajak yang belum optimal akibat pandemi.

Menurut Masyita, peningkatan kepatuhan ini menjadi penting untuk menyokong penerimaan dalam APBN. "Seperti peribahasa, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," kata dia.kbc11

Bagikan artikel ini: