Kemendag dorong aktifnya gudang SRG untuk bantu sejahterakan petani

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:49 WIB ET

SURABAYA -  Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terus melakukan aksi untuk pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG).  Sebab, diyakini kehadiran Sistem Resi Gudang (SRG) bila dimanfaatkan secara maksimal dapat  mensejahterakan nasib petani. 

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG & PLK Ibu Widiastuti menjelaskan pembangunan gudang SRG merupakan bukti komitmen pemerintah hadir di tengah petani. “Saya mengharapkan SRG dapat menjadi sebuah instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk kelancaran perdagangan komoditas," harapnya.

Sementara Kepala Biro Pembinaan Pengawasan SRG dan PLK, Widiastuti pada Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Sistem Resi Gudang (SRG) Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (9/6) mengatakan secara bisnis SRG sebenarnya sangat besar. Dimana SRG sebagai Manajemen stok dan tunda jual, SRG sebagai sarana pembiayaan. Sebagai Potensi pemanfaatan terhadap komoditas-komoditas yang dapat diresigudangkan seperti gabah,beras, jagung, ikan, ayam beku karkas, gula kristal putih, garam dan komoditas lainnya sangatlah menjanjikan. Pemerintah telah membangun 23 gudang SRG di 17 kabupaten  di wilayah Jawa Timur, agar dapat memicu berkembangnya implementasi SRG  di provinsi ini. Hal ini merupakan tugas kita semua untuk membuat sistem ini berjalan dan memberikan manfaatnya untuk warga yang memerlukannya

SRG selama ini sangat berhubungan dengan UMKM dalam sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Maka, Wamendag terus melakukan pendekatan kepada berbagai stake holder, termasuk sektor perbankan agar SRG bisa optimal beroperasi dalam mendukung kestabilan harga dan ketersediaan barang.

“Sektor perbankan penting sebagai backup dalam sektor pendanaan dan transaksi. Karena itu saya mengajak kepada bank-bank, khususnya bank BUMN untuk ikut aktif dalam mendukung SRG. Ini untuk kesejahteraan pelaku usaha dan memberikan manfaat yang besar pada konsumen,” kata Jerry 

Ditambahkan, dengan adanya barang yang disimpan di SRG, lanjut dia, petani dapat mengajukan pinjaman kepada perbankan, sehingga manfaatnya cukup besar bagi para petani. “Untuk itu, kami berharap para pemangku kepentingan mulai Pemda/Pemkab/Pemkot, asosiasi, dan pelaku usaha untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan SRG, sehingga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya resi gudang tersebut,” katanya.

Pada Rapat koordinasi dihadiri Asisten 2 Pemeritah Provinsi Jawa Timur dan para Bupati dan Kepala Dinas yang membidangi perdagangan se-Povinsi Jawa Timur yang memiliki Gudang SRG 

Dilaporkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membangun 123 gudang SRG yang tersebar di 105 kabupaten/kota dari 25 provinsi seluruh Indonesia. Dari laporan data Bappebti menjelaskan 23 dari 123 gudang SRG terletak di Provinsi Jawa Timur yang tersebar di 17 Kabupaten. Dari 23 Gudang tersebut 15 Gudang telah beroperasi dengan menerbitkan sebanyak 364 Resi Gudang senilai 96,61 Milyar dan telah mendapatkan pembiayaan dari bank/LKNB sebesar 56 Milyar. 

Widiastuti menjelaskan potensi ekonomi SRG jika digarap dengan baik sangat besar oleh karenanya perlu komitmen Pemerintah Daerah agar implementasi SRG dapat berjalan secara optimal. Sinergitas program Pemerintah Daerah terhadap prioritas pembangunan nasional dalam bidang perdagangan sebagaimana amanat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021 yang meliputi program peningkatan sarana distribusi perdagangan, program stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan penting serta progam pembangunan dan pemasaran produk dalam negeri, sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya implementasi SRG di daerah.  Hingga saat ini sudah ada 20 komoditas yang bisa disimpan di gudang SRG, yaitu, gabah, garam, beras, gambir, jagung, teh, kopi, kopra, kakao, timah, lada, bawang merah, karet, ikan, rumput laut, pala, kedelai, gula kristal, rotan, dan ayam beku karkas. 

Peninjauan Gudang SRG

Selain melakukan rakor percepatan SRG di Surabaya,  juga melakukan peninjauan ke gudang-gudang SRG, Kamis (10/6) yang akan dilakukan Wamendag Jerry Sambuaga. Peninjauan ini untuk melihat lokasi gudang dan memastikan pemanfaatannya agar berjalan maksimal untuk penyimpanan komoditas pangan. Peninjauan dilakukan di gudang SRG di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan sudah memiliki Calon Pengelola Gudang yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Bupati tetapi Gudang tersebut masih digunakan untuk kegiatan non-SRG. Selanjutnya Wamendag melakukan kunjungan ke gudang SRG di di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban yang telah dikelola oleh PT. Mahkota Surya Nusantara. 

Berdasarkan hasil kunjungan tersebut implementasi pemanfaatan SRG di wilayah Jawa Timur belum berjalan dengan optimal dan masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Untuk itu perlunya penerapan 5 faktor yang menjadi kunci keberhasilan dari pelaksanaan SRG. 5 faktor tersebut adalah profesionalitas sebagai Pengelola Gudang SRG, kemandirian pelaku pemilik komoditi, dukungan dan kelengkapan sarana prasarana dan kelembagaan dalam SRG, adanya akses hulu hingga hilir dalam satu mata rantai Resi Gudang yang tidak kalah penting faktor kelima dukungan dan sinergi Pemerintah baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Melalui implementasi kelima faktor tersebut diharapkan SRG dapat berjalan dengan baik sebagaimana tujuan yang ingin dicapai. kbc4

Bagikan artikel ini: