Subsidi listrik 2022 diusulkan Rp61,83 triliun

Rabu, 2 Juni 2021 | 19:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 sebesar Rp 61,83 triliun. Angka ini naik dari alokasi subsidi listrik dalam APBN 2021 yang sebesar Rp 59,26 triliun.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan usulan subsidi listrik pada RAPBN 2022 dengan asumsi nilai tukar US$1 sebesar Rp 14.450 per, harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD60 per barel, dan inflasi dijaga 3%.Namun, apabila ada pemisahan data golongan pelanggan 450 Volt Ampere (VA) dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maka subsidi listrik bisa diturunkan menjadi Rp 39,5 triliun.

"Mengacu rekomendasi dari BPKP serta KPK, apabila dilakukan evaluasi memisahkan pelanggan 450 VA yang tidak masuk dalam DTKS, maka total subsidi listrik dapat diturunkan menjadi Rp 39,5 triliun," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/6/2021).

Arifin menuturkan untuk tahun 2022 diusulkan kebijakan listrik diberikan subsidi listrik pada golongan berhak dan subsidi diberikan pada pelanggan rumah tangga miskin dan tidak mampu berdaya 450 VA dan 900 VA dengan mengacu DTKS serta dukung subsidi listrik untuk rumah tangga lewat mekanisme subsidi langsung.

Di sisi lain, PLN harus meningkatkan pelayanan sektor tenaga listrik, meningkatkan efisiensi penyediaan tenaga listrik melalui penurunan komposisi pemakaian BBM dan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT).Adapun realisasi subsidi listrik sampai dengan April 2021 mencapai Rp 22,1 triliun yang terdiri dari subsidi murni Rp 17,36 triliun dan diskon tarif Rp 4,74 triliun.

Hingga akhir tahun 2021, realisasi subsidi listrik diperkirakan mencapai Rp 59,26 triliun dengan asumsi nilai tukar sebesar Rp 14.600 per US$ ICP sebesar US$ 45 dolar per barel, biaya pokok penyediaan listrik Rp 1.334,44 per kWh, dan penjualan listrik mencapai 266,47 Terawatt hour (TWh).

"Outlook tersebut termasuk Rp 5,57 triliun diskon golongan rumah tangga untuk 450 VA dan 900 VA yang tidak mampu untuk periode Januari-Juni 2021 serta Rp 101,79 miliar untuk diskon golongan bisnis dan industri 450 VA periode Januari-Juni 2021," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: