Bio Farma distribusikan 77 ribu dosis vaksin gotong royong

Kamis, 27 Mei 2021 | 11:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bio Farma (Persero) mengklaim telah mendistribusikan sebanyak 77 ribu dosis vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi gotong royong per Selasa (25/5/2021). Dari jumlah tersebut, sekitar 22 ribu di antaranya sudah disuntikkan kepada karyawan swasta dan BUMN.

"Jadi kami masih punya 400 ribu lagi yang segera kami lakukan schedule. Pertama ini akan selesai paling telat bulan Juni ini, kemudian akan ada lagi suplai berikutnya dari Sinopharm juga paling telat itu akan datang Minggu ke-2 bulan Juni," kata Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir baru-baru ini.

Honesti mengatakan total ada 1 juta vaksin Sinopharm yang akan didatangkan untuk program vaksin gotong royong. Nantinya, vaksin tersebut bakal disalurkan ke perusahaan maupun fasilitas layanan kesehatan yang telah mendaftarkan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Kementerian Kesehatan sendiri menetapkan harga vaksin Gotong Royong sebesar Rp321.660 per dosis. Sementara tarif maksimal layanannya sebesar Rp117.910 per dosis.

Pemerintah berharap penggunaan vaksinasi Gotong Royong dapat ditingkatkan. Sehingga, target untuk kekebalan komunal (herd immunity) dapat segera tercapai.

"Total untuk satu kali penyuntikan vaksin gotong royong itu sebesar Rp439.570. Ini sudah berjalan sampai saat ini," tuturnya.

Di luar Sinopharm, pemerintah juga telah mendapatkan komitmen pengadaan vaksin dari Sputnik V untuk program tersebut. Lalu ada pula vaksin CanSino yang komitmen pengadaannya masih dibahas oleh pemerintah.

Berbeda dengan Sinopharm dan Sputnik V, CanSino hanya menggunakan satu dosis atau satu kali penyuntikkan.

Rencananya Indonesia akan melakukan supply agreement dengan produsen CanSino untuk 5 juta dosis di mana vaksin pertama sebanyak 3 juta dosis akan datang pada Juli-September dan sisanya pada kuartal keempat 2021.

"Emergency Use Authorization masih kami proses dengan Badan POM dan kami berharap Juni ini keluar sehingga dapat dilaksanakan vaksinasi setelah vaksinnya tiba di Indonesia," jelasnya.

Untuk kesiapan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) program vaksin gotong royong, lanjut Honesti, saat ini sudah ada 369 fasilitas swasta dan BUMN yang dinyatakan layak dan terlibat berpartisipasi. Rinciannya, 352 klinik dan 17 rumah sakit.

"Kami masih bekerja sama untuk memverifikasi sekitar 542 fasyankes yang akan terlibat di program vaksinasi gotong royong berikutnya yang terdiri dari 244 klinik dan 298 rumah sakit," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: