Pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai ATM Link, ini alasan bank BUMN

Jum'at, 21 Mei 2021 | 17:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jaringan ATM Link milik bank-bank BUMN bakal mengenakan biaya untuk cek saldo dan tarik tunai mulai 1 Juni 2021.

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, dalam rangka mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi, maka Himbara sepakat untuk melakukan penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai Kartu BRI di ATM Himbara (BNI, Mandiri dan BTN) atau ATM dengan tampilan ATM LINK diberlakukan penyesuaian biaya transaksi ATM LINK.

Penyesuaian tersebut diberlakukan pada transaksi cek saldo menjadi Rp2.500 dan tarik tunai menjadi Rp5.000 dari sebelumnya tidak dikenakan biaya.

Penyesuaian tersebut terhitung mulai 1 Juni 2021 dan berlaku sampai dengan adanya penyesuaian di kemudian hari, sedangkan transaksi transfer antar bank tetap dikenakan tarif Rp4.000 atau tetap.

Aestika pun menjelaskan, penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai tersebut merupakan kesepakatan bank milik negara untuk mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi di ATM Himbara.

"Penyesuaian biaya tersebut juga menjadi bentuk healthy business untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, penyesuaian biaya transaksi tersebut juga merupakan komitmen untuk meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan, dan kualitas layanan yang pada akhirnya menciptakan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi," ujar Aestika seperti dikutip, Jumat (21/5/2021).

Aestika menambahkan, hal ini juga dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) atau mendorong cashless society untuk mengurangi ketergantungan masyarakat atas penggunaan uang tunai dalam bertransaksi.

"Bagi nasabah, hal ini menjadi momentum untuk mendorong nasabah bertransaksi secara cashless dan menggunakan digital banking utamanya Internet Banking, BRImo, dan Mobile Banking yang lebih praktis, mudah, dan murah bagi nasabah," tutur Aestika.

Meski demikian, nasabah BRI dapat bertransaksi di ATM Bank Himbara (ATM LINK) tersebut dengan biaya yang lebih hemat jika dibandingkan dengan biaya transaksi di non-ATM Link. Biaya transaksi di non-ATM Link tersebut sebesar Rp4.000 untuk cek saldo, Rp7.500 untuk tarik tunai, dan Rp6.500 untuk transfer.

Aestika pun menuturkan, selain bertransaksi di ATM Himbara (BNI, Mandiri, BTN) atau ATM Link, nasabah BRI juga tetap dapat bertransaksi melalui 16.558 mesin ATM BRI dan 5.707 mesin CRM BRI yang tersebar di seluruh Indonesia tanpa ada penyesuaian biaya.

Aestika pun menambahkan, untuk nasabah BRI, khusus transaksi cek saldo melalui ATM BRI, Internet Banking, dan BRImo tidak dikenakan biaya atau gratis. Untuk transfer sesama BRI melalui Internet Banking, BRImo maupun ATM BRI/Link juga tidak dikenakan biaya/gratis. Selain itu, transaksi tarik tunai kartu BRI di ATM BRI juga tidak dikenakan biaya/gratis.

"Selain itu, untuk transaksi yang lebih praktis, mudah dan juga lebih murah, BRI mengimbau nasabah untuk dapat bertransaksi secara cashless dan melakukan berbagai macam transaksi perbankan secara digital, seperti menggunakan internet banking BRI, BRImo, maupun mobile banking," pungkas Aestika. kbc10

Bagikan artikel ini: