Objek wisata di zona merah dan oranye dilarang beroperasi selama Lebaran

Selasa, 11 Mei 2021 | 11:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memang mengizinkan tempat wisata untuk buka saat libur Lbaran mendatang. Namun, operasionalnya tetap dengan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa berkaitan dengan objek-objek wisata diminta untuk memperhatikan zonasi risiko penularan Covid-19. Dia mengatakan bahwa hal ini sudah diatur dalam PPKM mikro.

“Untuk zona merah dan zona oranye dilarang. Jadi PPKM mikro sudah mengatur terkait tempat umum,” katanya dalam konferensi persnya, Senin (10/5/2021).

Sementara untuk zona hijau dan kuning tetap dibatasi yakni maksimal 50% dari total kapasitas. Di sisi lain juga perlu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Kemudian ditegaskan bahwa untuk tempat-tempat wisata di wilayah komunitas sesuai dengan PPKM mikro. Jadi ini sudah regulasi dari PPKM mikro. Ini maksimum 50 persen dan prokes ketat,” ujarnya.

Seperti diketahui di dalam Instruksi Mendagri No.10/2021 yang mengatur PPKM mikro, salah yang diatur adalah pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat wisata/taman.

Di mana gubernur, bupati dan walikota diwajibkan memberlakukan screening tes Covid-19 untuk fasilitas berbayar dan lokasi wisata dalam ruangan atau indoor.

“Dengan menerapkan kewajiban screening test antigen/GeNose untuk fasilitas berbayar/lokasi wisata indoor,” bunyi diktum kelima belas huruf a angka 4 poin a.

Sementara itu untuk lokasi wisata outdoor atau luar ruangan diberlakukan kewajiban penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk fasilitas umum/lokasi wisata outdoor. Untuk daerah dengan zona oranye dan zona merah maka kegiatan masyarakat di fasilitas umum/taman wisata dilarang,” bunyi diktum kelima belas huruf a angka 4 poin b. kbc10

Bagikan artikel ini: