Hingga April, serapan Banpres produktif usaha mikro capai Rp10,4 triliun

Rabu, 5 Mei 2021 | 21:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hingga akhir April 2021, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) memastikan Banpres Produktif Usaha Mikro telah tersalurkan kepada 8,6 juta penerima dengan nominal Rp 10,4 triliun dari total alokasi Rp 11,76 triliun.

"Jadi kalau dipresentasikan ada sekitar 88% sudah tersalurkan untuk yang 9,8 juta penerima lama," ujar Deputi Bidang Usaha Mikro, Eddy Satriya dalam keterangan kepada wartawan secara virtual di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Eddy menjelaskan, penyaluran BPUM difokuskan kepada 9,8 juta penerima yang pada tahun lalu juga telah mendapat jatah program itu. Jika sudah tersalurkan setidaknya mendekati 9 juta penerima, dia menyebut pihaknya siap menambah 3 juta penerima lagi.

Fokus untuk menyalurkan BPUM pada penerima lama tidak lepas dari proses pendataan 3 juta calon penerima baru yang memakan waktu. Setidaknya, Eddy menyebut sepanjang kuartal II hingga kuartal III 2021, para penerima baru sudah mendapat jatah BPUM.

"Jadi memang rencananya penambahan di luar alokasi yang sudah disetujui itu anggaran Rp11,76 triliun untuk 9,8 juta penerima lama dan 3 juta penerima baru," terangnya.

Akibat adanya refocusing bagi sektor kesehatan, khususnya untuk vaksinasi covid-19, Eddy mengakui program BPUM tahun ini mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu, Eddy mengatakan jatah per penerima akan berkurang setengahnya, sejalan dengan target penerima yang meningkat.

"Tahun ini kan jumlah penerima 12,8 juta tapi nominalnya turun setengahnya dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 1,2 juta. Mudah-mudahan ini tetap bisa membantu pelaku usaha mikro yang membutuhkan," kata dia.

Penyaluran BPUM, lanjut Eddy menjadi satu bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, Eddy menegaskan saat ini pemerintah berupaya agar perekonomian tahun ini tidak terkontraksi lagi.

"Salah satu yang memang dicanangkan adalah pertumbuhan kita tidak drop di kuartal pertama kemarin, artinya kita berusaha ekonomi bergerak dan tidak mandek karena awal-awal tahun itu biasanya anggaran pemerintah masih tahap persiapan," pungkasnya.

Eddy menegaskan, penyaluran BPUM tahun ini juga dilakukan kepada penerima eksisting yang sudah mendapat jatah tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan dalam rangka mempercepat penyerapan anggaran BPUM. "Agar bisa cepat kita salurkan, yang lama boleh menerima lagi, kita tetap memberikan karena mereka juga berhak, kemudian ditambah dengan adanya penerima baru," sebut Eddy.

Para pelaku usaha mikro, lanjutnya, bisa mendapatkan BPUM melalui 2 persyaratan, yakni surat keterangan dari RT/RW setempat atau sudah mendaftar di portal BKPM melalui OSS, serta pelaku usaha yang tidak sedang menerima KUR.

Namun, jika para pelaku usaha memiliki kredit perbankan untuk operasional usaha, seperti misalnya cicilan motor untuk berjualan cilok atau bakso dan mengalami kesulitan pembayaran akibat pandemi tetap berkesempatan mendapat BPUM. "Cicilan non KUR, seperti dari perbankan untuk operasional usaha itu mereka tetap berhak mendapat BPUM, kecuali yang menerima KUR, artinya dari pemerintah," kata Eddy.

Para calon penerima pun tidak diwajibkan berstatus nasabah bank nasional. Pasalnya, Eddy menyebut Kemenkop UKM telah menggandeng BNI, BRI, serta BPD sebagai bank penyalur BPUM kepada para pelaku usaha mikro. "Kemungkinan kalau daerah terpencil nanti akan dilanjutkan dengan PT. Pos, tapi belum ada PKSnya dengan PT. Pos," ucapnya.

Proses pengusulan penerima BPUM, kata Eddy, dilakukan oleh dinas kabupaten/kota yang membidangi Koperasi dan UMKM (KUMKM) untuk kemudian diteruskan kepada Kemenkop UKM. Ia mengimbau agar para calon penerima berkoordinasi aktif dengan dinas terkait untuk penyaluran BPUM itu.

Setelah itu, pihak perbankan akan mengirimkan notifikasi melalui cara-cara tertentu, seperti website, sms, atau sambungan telefon kepada para penerima program BPUM tahun 2021. "Nanti perbankan akan menghubungi dengan cara-cara yang mereka pilih. Itu mereka (penerima) bisa langsung mengetahui karena biasanya ada juga lewat website," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: