Vaksinasi Covid-19 tembus 20 juta suntikan

Senin, 3 Mei 2021 | 22:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 telah tembus 20 juta suntikan hingga (30/4/2021). Sejak Januari hingga 26 Maret, program vaksinasi Covid-19 baru dapat mencapai 10 juta suntikan.

"Sekarang hanya satu bulan dengan segala keterbatasan kami tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksinasi yang pertama," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (3/5/2021).

Budi berharap ke depan program vaksinasi Covid-19 dapat semakin dipercepat. Sebab, Indonesia akan kedatangan total 5,6 juta vaksin Covid-19 AstraZeneca pada Mei 2021 ini.

"Diharapkan bahwa bulan ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin Covid-19 AstraZeneca dari program GAVI. Rencananya, akan datang lagi sekitar 1,8 juta vaksin AstraZeneca," ujar Budi.

Di sisi lain, varian baru Covid-19 dari Inggris, India, dan Afrika Selatan yang diperhatikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ditemukan di Indonesia masih dalam jumlah relatif sedikit. Rinciannya, 13 kasus varian baru Covid-19 B117 dari Inggris; dua kasus varian baru Covid-19 dari India (B1617); serta satu kasus varian baru Covid-19 dari Afrika Selatan (B1351).

"Ini adalah saat yang tepat untuk kita segera melakukan vaksinasi untuk melindungi diri kita dan keluarga kita. Tolong didorong meski bulan Ramadhan, karena divaksin saat berpuasa sudah diijinkan," pungkasnya.

Indonesia juga memperoleh bantuan 500.000 vaksin produksi Sinophram,Cina dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) .Vaksin produksi Sinopharm, China, tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891 di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (3/5/2021).

Tawaran bantuan dari Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ), pertama kali disampaikan saat Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan Menteri BUMN, Erick Thohir, ke Abu Dhabi pada 21 Agustus 2020. Hibah ini diklaim mencerminkan kedekatan hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam enam tahun terakhir.

"Setengah juta dosis vaksin yang baru tiba ini akan membantu mempercepat program vaksinasi yang telah dimulai sejak Januari 2021 di Indonesia," tulis keterangan tertulis Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Di tengah munculnya tren peningkatan secara eksponensial kasus penyebaran Covid-19 di beberapa negara serta munculnya varian-varian baru, sudah menjadi keharusan semua negara, termasuk Indonesia, untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah Indonesia, klaim KPCPEN, terus melakukan berbagai upaya, termasuk melalui diplomasi secara intensif, untuk mendapatkan "penawar" demi memenuhi kebutuhan nasional. Sementara itu, sebanyak 20,06 juta dosis telah disuntikkan kepada masyarakat hingga kemarin. Angka tersebut dianggap bakal menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga di kawasan Asia setelah China dan India.kbc11

Bagikan artikel ini: