Nigeria kepincut mesin produksi UKM RI

Minggu, 2 Mei 2021 | 21:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produk-produk mesin yang dihasilkan oleh tujuh pelaku usaha Indonesia yang berpartisipasi di pameran dagang Equipment and Manufacturing West Africa atau EMWA di Lagos, Nigeria, diminati para pengusaha Nigeria.

Direktur Jenderal Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengatakan upaya promosi perusahaan Indonesia, termasuk pelaku UKM oleh Kementerian Perdagangan di luar negeri, seperti di EMWA 2021, menunjukkan peluang produk Indonesia tetap terbuka dan diminati pembeli Nigeria.

"Diharapkan para pelaku usaha, termasuk UKM Indonesia akan terus terpacu untuk menembus pasar global," ujar Kasan di Jakarta, Minggu (1/5/2021).

EMWA yang berlangsung pada 27-29 April 2021 adalah pameran pameran dagang internasional yang menampilkan produk peralatan dan mesin manufaktur terbesar di Afrika Barat.Pameran berskala internasional ini merupakan pameran yang digelar secara luring untuk pertama kalinya sejak Maret 2020. Pada pameran tersebut, mesin produksi UKM Indonesia berhasil catatkan potensi pembelian hingga US$705 ribu.

Partisipasi tujuh pelaku usaha Indonesia dilakukan secara daring dan difasilitasi Kemendagn melalui Indonesian Trade Promotion Center atau ITPC Lagos.Ketujuh perusahaan tersebut terdiri atas empat pelaku usaha kecil dan menengah alias UKM yaitu Cahaya Agro Teknik yang memproduksi mesin pengolahan hasil pertanian dan Plasindo Bhama Prasasta dengan produksi peralatan sprayer pertanian. Juga, Teikin Pistons, produsen peralatan suku cadang kendaraan dan Kreasi Mustika dengan peralatan pencahayaan.

Tiga perusahaan lainnya adalah SANCO Indonesia, produsen mesin makanan olahan seperti biskuit & wafer, Packaging Integra Center yang memproduksi mesin kemasan, dan Sanwel Austindo sebagai produsen peralatan smart drain.Kesempatan terpisah, Kepala ITPC Lagos Hendro menyampaikan, partisipasi Indonesia di EMWA 2021 merupakan salah satu upaya mempromosikan produk-produk Indonesia di mancanegara untuk mendorong kinerja ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun partisipasi dilakukan secara daring, namun peluang ekspor selalu terbuka. Partisipasi Indonesia pada EMWA 2021 merupakan upaya promosi peralatan industri manufaktur.

"Meskipun partisipasi dilakukan secara daring, namun cukup mengundang minat pengusaha Nigeria dan negara sekitarnya. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan materi promosi dan juga waktu untuk berinteraksi dengan calon pembeli sesuai waktu pelaksanaan pameran," ujar Hendro.

Berdasarkan pengamatan Kemendag pedagang, pembeli Nigeria dan sekitarnya berminat dengan peralatan dan mesin Indonesia dikarenakan mesin pertanian bisa dibuat mengikuti spesifikasi dan kemampuan pembiayaan calon pembeli. Pengamatan lain dari ITPC Lagos, lanjut Hendro, adalah para peserta pameran EMWA 2021 dari Indonesia dapat memfasilitasi permintaan perwakilan asosiasi dari UKM di Nigeria yang berminat untuk mengimpor peralatan mesin Indonesia dengan jumlah order yang kecil.

Hendro menjelaskan, pengunjung booth ITPC Lagos tidak hanya berasal dari Nigeria, tetapi juga dari negara Benin, Ghana, dan Kenya. Selama penyelenggaraan EMWA 2021, sebanyak 1.635 pengunjung hadir secara langsung meskipun pemerintah kota telah membatasi jumlah pengunjung pameran per hari sebanyak 500 orang.

Sedangkan untuk pengunjung daring, tercatat sebanyak 450 viewers pada media sosial Youtube, Facebook, dan Instagram. Berdasarkan data Trademap, total nilai impor HS 84, mencakup machinery, mechanical appliances, nuclear reactors, boilers; parts thereof, Nigeria dari dunia 2020 mencapai US$9,8 miliar. Negara penyuplai utama adalah China, Amerika Serikat, India, Jerman, beserta Italia.

Sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-19 dengan nilai ekspor US$40,2 juta. Pesaing Indonesia dari negara ASEAN pada kategori ini adalah Malaysia dengan nilai ekspor sebesar US$52,5 juta dan Singapura US$33,5 juta.kbc11

Bagikan artikel ini: