Moeldoko: Pemajuan HAM harus tetap ditegakkan dalam kondisi apapun

Kamis, 29 April 2021 | 16:13 WIB ET

 

JAKARTA – Kantor Staf Presiden (KSP) menandatangani nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah Kota Semarang, Komnas HAM serta INFID, terkait penyelenggaraan Festival HAM 2021. Seperti tahun-tahun sebelumnya, melalui MoU ini KSP menunjukkan dukungannya terhadap komitmen dan keterbukaaan Pemerintahan Joko Widodo dalam upaya penghormatan terhadap HAM. “Festival HAM 2021 di tengah pandemi membuktikan pemajuan HAM tetap ditegakkan dalam kondisi apapun,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko di Jakarta, Rabu (28/4).

Moeldoko menyampaikan, festival ini menjadi cara yang sangat efektif mendekatkan HAM kepada masyarakat. Melalui festival, HAM dapat disosialisasikan dengan penuh harapan dan suka-cita dengan mengangkat praktik-praktik baik yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam pemenuhan hak warga. 

“Festival ini harus dapat memunculkan culture of hope. Semua orang dapat merasakan kemajuan dan jaminan HAM di Indonesia,” harap Moeldoko

Festival HAM 2021 akan dilaksanakan di kota Semarang dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Memperkuat Kebhinekaan, Inklusi, dan Resiliensi”. Tema festival tahun ini haruslah dimaknai dan diimplementasikan secara utuh kepada warga masyarakat atau seluruh menerima manfaat festival ini sebagai rights holder. “Kebhinekaan masih terus dikuatkan di tengah potensi keterbelahan dari menguatnya politik identitas, inklusi masih terus digalakan untuk melibatkan semua komponen atau no one left behind, termasuk saudara kita penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya,” jelas Moeldoko.

Pada kesempatan yang sama, Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani mengapresiasi INFID dan Komnas HAM yang secara berkesinambungan menyelenggarakan forum nasional untuk mempromosikan Kabupaten dan Kota Ramah HAM sejak tahun 2014. Hal ini sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari HAM 2015 untuk mendorong pemerintahan daerah menjadi Kabupaten dan Kota yang Ramah HAM.

Jaleswari juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada  Kota Semarang, khususnya kepada Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang dengan sepenuh hati menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival HAM tahun ini, mulai 16 – 19 November 2021. “Ini adalah bentuk rekognisi, apresiasi dan dorongan bagi Kota Semarang untuk menjadi Kota HAM,” tutur Jaleswari.

Jaleswari menjelaskan tema Festival HAM tahun ini sangat tepat menggambarkan situasi, tantangan dan optimisme kita sebagai bangsa, termasuk untuk keluar dan bangkit dari pandemi Covid-19. Ia berharap Festival HAM tahun ini dapat berjalan dengan baik.

Sedangkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengucapkan terima kasih atas penunjukkan Semarang sebagai tempat perhelatan Festival HAM 2021. Hendrar berkomitmen mewujudkan Semarang jadi kota ramah HAM, melalui tiga upaya yakni kesetaraan, ruang aspirasi, dan kolaborasi. "Untuk itu, kami siap untuk terus menerapkan dan menjaga nilai-nilai HAM. Festival HAM 2021 juga kami harap jadi embrio penguatan kabupaten kota untuk bisa menerapkan HAM dalam pembangunan," imbuh Hendrar.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjelaskan, tema besar Festival HAM 2021 menunjukkan bahwa keberagaman yang seharusnya jadi kekayaan dan kekuatan bangsa, justru jadi tantangan dalam menjaga demokrasi dan HAM. "Karena demokrasi dan HAM memiliki satu hubungan. HAM dijamin negara dan konstitusi, sehingga bisa membawa demokrasi yang berkualitas dan substantif," ungkap Taufan.

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo mengapresiasi dukungan Presiden dan seluruh jajaran Pemerintah Indonesia yang tidak kendor dalam mewujudkan komitmennya kepada Hak Asasi Manusia, di tengah berbagai bencana dan berbagai tantangan yang ada. Dia juga menyambut baik kerjasama-kolaborasi multipihak dalam pelaksanaan acara Festival HAM 2021, antara KSP, Komnas Ham dan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang serta INFID sebagai lembaga nirlaba.

Bagikan artikel ini: