Terhempas pandemi, pendapatan Multi Bintang anjlok 47 persen

Rabu, 21 April 2021 | 16:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Multi Bintang Indonesia Tbk (kode saham MLBI) mengemas pendapatan sepanjang tahun 2020 sebesar Rp1,985 triliun, atau turun sebesar 47% dari pendapatan tahun 2019 yang sebesar Rp3,711 triliun.

Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, René Sánchez Valle mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa, di mana semua harus menjalani sebuah krisis dengan berbagai tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya, dan konsekuensi ekonomi yang timbul akibat kondisi tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap kinerja perusahaan selama 2020.

“Sektor hospitality adalah salah satu yang merasakan dampak paling berat akibat pembatasan seperti physical distancing, dan hingga saat ini pun Indonesia masih menutup pintu bagi para wisatawan asing. Ini juga telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan di Bali, yang merupakan salah satu area utama kami,” kata René dalam keterangan tertulis Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan, Selasa (20/4/2021).

Melihat dampak dari pandemi yang sangat cepat terasa di industri ini, perusahaan juga beradaptasi dengan cepat dengan mengevaluasi kembali berbagai prioritas dan menyusun rangka strategi baru untuk menghadapi krisis, yang menempatkan para karyawan sebagai fokus utama.

“Prioritas tertinggi kami sepanjang 2020 adalah keselamatan dan kesehatan para karyawan, customer, konsumen, serta masyarakat di sekitar kami. Kami memastikan perusahaan dengan cepat mengambil berbagai langkah inovatif serta memanfaatkan teknologi, yang diiringi dengan implementasi protokol pencegahan Covid-19 yang ketat di semua lokasi kerja Multi Bintang, yang kemudian memungkinkan para karyawan bekerja dengan aman dan produktif, baik di lokasi kerja biasa maupun di rumah,” ujar René.

Pada akhir 2020, Multi Bintang Indonesia membukukan penurunan laba bersih sebesar 76%, dari Rp1,206 triliun pada 2019 menjadi Rp286 miliar pada 2020. Meskipun begitu, strategi baru yang sudah mulai diterapkan perusahan sejak awal pandemi pada kuartal pertama 2020 telah membantu mendorong perbaikan kinerja yang signifikan pada kuartal terakhir 2020, jika dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya.

“Kami optimis pergerakan ini akan terus berlanjut pada tahun berikutnya–kami yakin berbagai inisiatif yang telah kami lakukan pada 2020 akan terus mendorong pemulihan pada 2021,” jelas René.

Pada RUPST tersebut juga telah disepakati bahwa dividen final untuk tahun buku 2020 akan dibayarkan kepada para pemegang saham perusahaan sebesar Rp475 per saham. kbc7

Bagikan artikel ini: