Rektor Unair sebut vaksin Merah Putih siap digunakan 10 bulan lagi

Rabu, 21 April 2021 | 11:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Mohammad Nasih optimistis vaksin Covid-19 Merah Putih yang mereka kembangkan siap digunakan tahun 2022 mendatang.

"Perihal kapan waktu vaksin bisa digunakan, diprediksi sekitar 10 hingga 11 bulan lagi atau tahun depan siap digunakan. Mengingat tahap praklinis bukanlah tahap yang sederhana dan sebentar," ujar Mohammad Nasih baru-baru ini.

Panjangnya proses pembuatan Vaksin Merah Putih, dia bilang, agar efektivitas vaksin bisa benar-benar maksimal.

”Dari semua proses ini, yang terpenting Unair tidak akan terlalu jauh ikut dalam proses produksi massalnya. Posisi Unair berada dalam proses penyiapan dan semua dilakukan dengan benar dan mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," ungkapnya.

"Mohon doanya, semua harap bersabar dan semoga Vaksin Merah Putih bisa segera dimanfaatkan oleh semua kalangan," imbuh Nasih.

Sementara itu Koordinator Produk Riset Covid-19 Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan bahwa perjalanan riset Vaksin Merah Putih Unair merupakan perjalanan panjang dengan melibatkan tim besar.

Perjalanan panjang dimulai dari pengumpulan kandidat vaksin yang setidaknya ada delapan platform, sampai akhirnya mengambil tiga platform, yakni classical, nextgeneration, inactivated virus.

"Semuanya intinya untuk mendapatkan bagian protein dari virus yang merupakan bagian antigen dan disuntikkan untuk tubuh kita mendapatkan antibodi," tuturnya.

Dia menjelaskan, tahapan panjang dari laboratorium, uji praklinik ini juga membutuhkan waktu yang panjang dan masuk dalam ranah industri.

”Semua tahapan itu kita lalui dengan arahan dari BPOM dan Kementerian Kesehatan. Ini tahapan yang sudah kita lalui dalam setahun ini. Mudah-mudahan semua proses bisa berjalan dengan baik," katanya.

Terkait efektivitas vaksin terhadap variasi baru Covid-19, Puspaningsih menambahkan bahwa desain vaksin sudah disiapkan untuk mengantisipasi varian baru yang muncul dari berbagai negara.

“Munculnya varian baru di tempat lain sudah diantisipasi oleh tim peneliti. Strain kita sudah siapkan agar efikasi vaksin tinggi dan bisa mengantisipasi varian baru. Mohon doanya semoga praklinik memberikan hasil yang bagus," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: