Ganggu IKM lokal, pemerintah bakal hancurkan produk fesyen impor

Rabu, 14 April 2021 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa banyak impor produk fesyen membuat industri lokal terganggu. Sebab, barang impor bisa mematikan IKM dengan harga yang murah.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa industri kecil menengah (IKM) di bidang fesyen.

"Kita mau lihat dampak dari barang-barang impor terhadap hasil produk dari temen-temen Garmen di Indonesia," kata Gati saat melakukan kunjungan IKM di Bandung, Selasa (13/4/2021).

Dia mendapatkan laporan bahwa produk baju seperti kaos - kaos dijual sangat murah. Di marketplace kaos dijual Rp7.000 sedangkan kalo IKM jualnya Rp70.000.

"Hancurkan kalo kayak gitu, sepersepuluhnya dari harga yang dihasilkan oleh IKM," terangnya

Berdasarkan data Kemenperin, produk impor pakaian jadi pada 2020 mencapai US$7,04 milliar. Sementara untuk periode Januari-Februari 2021 sudah mencapai US$1,12 miliar.

Untuk itu, Gati menambahkan, bahwa impor fesyen yang mengganggu produk dalam negeri harus dihentikan. Sebab, akan memberikan dampak multiplayer efek yang sangat buruk.

"Adanya impor ini memberikan multiplayer efek yang besar. Kenapa? Banyak yang tidak kerja. Itu yang jadi masalah penganggurannya jadi besar.Kita akan buat impor yang merugikan ini ditutup lah untuk spesifik produk tertentu," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: