Pertamina dukung kelancaran operasional RSTKA bantu masyarakat NTT

Senin, 12 April 2021 | 17:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Pertamina memberikan dukungan kepada Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) dalam misi kemanusiaan berlayar ke wilayah Nusa Tenggara guna membantu masyarakat yang terkena musibah dampak cuaca ekstrim. Dukungan ini sebagai wujud kepedulian Pertamina yang tidak pernah berhenti untuk memberikan sumbangsihnya bagi bumi Nusa Tenggara.

"Salah satu bagian program Pertamina Peduli adalah dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan juga kesehatan yaitu berkolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga dengan memberikan dukungan atas kelancaran operasional pelayaran Kapal RSTKA," ujar Deden Idhani, Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Region Jatimbalinus di Surabaya, Senin (12/4/2021).

Seperti diketahui, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), yang diresmikan semenjak Tanggal 10 Januari 2017, dioperasikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Kapal ini dibentuk layaknya kapal Phinisi dengan kayu tradisional berukuran panjang 27 meter dan lebar 7 meter.

Kapal ini dilengkapi dengan fasilitas medis modern termasuk di dalamnya dua kamar untuk tindakan operasi besar. Kapal ini melayani masyarakat yang tinggal di pulau terpencil secara gratis. Sudah banyak pulau yang didatangi oleh RSTKA dengan membawa relawan medis dalam perjalannya, hingga awal Tahun 2021 ini sudah ada 14.500 pasien yang tercatat telah dengan melakukan 2.492 pelayanan operasi.

Kali ini, kapal RSTKA akan bertolak dengan rute melalui Larantuka, Adonara dan juga wilayah sekitarnya. RSTKA ini akan menggelar layanan bagi masyarakat NTT salah satunya kegiatan cek kesehatan dengan pemeriksaan standar yang dilakukan oleh tenaga medis yang profesional.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Univ. Airlangga, selaku perwakilan RSTKA, Dr Agus Hariyanto menyatakan ini sebagai upaya agar dokter lebih proaktif apalagi untuk daerah yang terpencil. "Pertamina bersama dengan Ksatria Airlangga, mengemban misi mulia untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di daerah terdampak bencana dan juga terpencil, yang sulit diakses oleh transportasi darat," tutup Agus.kbc6

Bagikan artikel ini: