BCA optimis stimulus PPN dongkrak pengajuan KPR

Jum'at, 9 April 2021 | 10:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menyambut baik kebijakan pemerintah terkait stimulus pajak berupa pembebasan dan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah dan apartemen baru.

Kebijakan yang berlaku pada periode Maret-Agustus 2021 tersebut diyakini mampu mendongkrak pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah lesunya pasar properti akibat pandemi Covid-19.

Vice President Kantor Kredit Konsumer BCA Surabaya, Rudy Harsono mengatakan, secara nasional portfolio kredit konsumer, khususnya KPR turun 3,7 persen YoY menjadi Rp90,2 triliun di tiga bulan pertama tahun 2021. Namun pihaknya tetap optimis tahun ini minimal ada pertumbuhan kredit 4-6 persen. 

“Kami optimis permintaan properti akan membaik setelah aktivitas ekonomi kembali berjalan walaupun belum sepenuhnya normal. Stimulus oleh pemerintah serta program vaksinasi menjadi opportunity-nya," kata Rudy Harsono di kantornya, Kamis (8/4/2021).

Dikatakannya, kebutuhan memiliki rumah masih akan terus tumbuh ke depan. Hal itu terlihat pada triwulan pertama dimana sudah mulai terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini menyusul adanya relaksasi pemerintah berupa pembebasan maupun diskon PPN.

Memanfaatkan stimulus pemerintah tersebut, BCA menggelar even BCA Expoversary secara virtual yang menghadirkan penawaran dan promo menarik KPR BCA. Rudy mengungkapkan, kombinasi kedua hal tersebut membawa pengaruh positif pada kontribusi KPR di awal tahun ini.

Dia bersyukur even itu mendapat animo positif dari masyarakat. Terbukti, pengajuan aplikasi KPR mengalami lonjakan signifikan. "Hal ini juga didorong oleh banyaknya developer dan broker property yang memiliki rumah ready stock untuk dijual dan menikmati relaksasi PPN. Di even BCA Expo secara virtual sejak 1 Februari 2021 lalu sudah meraup Rp 3,3 triliun untuk wilayah Surabaya," ungkap Rudy.

Kondisi itu membuat peta portofolio kredit di wilayahnya mengalami perubahan, dimana pada tahun lalu penyaluran kredit sekitar 70 persen untuk refinancing. Namun sejak adanya pandemi Covid-19, banyak nasabah yang melakukan restrukturisasi kredit, sehingga refinancing juga mengalami penurunan luar biasa.

“Tahun ini kredit banyak ditopang dari developer dan broker. Karena stimulus PPN oleh pemerintah, penjualan mereka langsung naik signifikan. Rumah yang paling banyak dibeli di kisaran harga Rp 800-an juta hinjgga Rp 1,5 miliar” tambahnya. 

Dikatakan, secara nasional tahun ini BCA mematok portfolio kredit consumer sebesar Rp 100 triliun. Untuk wilayah Surabaya, khusus KPR, pihaknya menargetkan ada pertumbuhan Rp 2 triliun dengan total nilai Rp 5-6 triliun. 

Rudy menyebut, BCA memasang proyeksi pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun 2021 di kisaran 4-6%.

"Kami tetap optimistis melihat tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2020. Hal ini khususnya karena kami yakin akan kebijakan yang diambil pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia. Harapan kami pertumbuhan kredit BCA bisa sejalan dengan pertumbuhan industri tersebut," ujarnya.

Guna mencapai target tersebut, sejumlah strategi dilakukan, diantaranya dengan memberikan penawaran bunga yang sangat kompetitif dan juga pelayanan yang terbaik untuk para nasabah.

Selain itu KPR BCA juga memiliki beragam fitur menarik yang memudahkan customer milenial untuk mengambil kredit seperti angsuran terencana dengan cicilan ringan, kerjasama dengan perusahaan payroll, kerjasama dengan developer berkualitas, broker pilihan, dan juga pengembangan di channel digital. kbc7

Bagikan artikel ini: