Terkerek pajak, harga Pertamax Cs naik Rp200 per liter

Senin, 5 April 2021 | 13:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertalite hingga Pertamax sebesar Rp200 per liter. Kenaikan harga BBM ini menyusul naiknya tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dari yang semula 5% menjadi 7,5%.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, penyesuaian harga tersebut memang harus dilakukan Pertamina karena PBBKB sendiri termasuk salah satu komponen harga BBM, sehingga ketika tarif pajak PBBKB di suatu mengalami kenaikan, maka otomatis hal itu akan mendongkrak harga BBM di daerah tersebut.

"Karena kenaikan BBM yang terjadi di Sumatera Utara itu sendiri karena memang sesuai dengan Peraturan Gubernur yang mengatur bahwa untuk BBM nonsubsidi tarif PBBKBnya naik menjadi 7,5% dari tarif sebelumnya yang hanya 5%," kata Mamit seperti dikutip, Minggu (4/4/2021).

Menurutnya, jika Gubernur Sumut Edy Rahmayadi paham dan memang harusnya paham bahwa salah satu komponen harga dari BBM adalah pajak PBBKB maka dia pasti tidak akan menyalahkan Pertamina.

"Sebab ketika Pajak PBBKB mengalami kenaikan maka secara otomatis akan dilakukan penyesuaian terhadap harga BBM, karena salah satu komponen penyusunan harga BBM adalah PBBKB. Sedangkan komponen yang lain adalah harga crude oil, kurs mata uang rupiah, PPn 10%, hingga margin untuk penyalur. Jadi memang cukup banyak komponen untuk menentukan harga BBM," paparnya.

Bahkan menurut Mamit, seharusnya di tengah kondisi saat ini di mana masyarakat masih terdampak pandemi Covid-19 pimpinan di daerah tidak melakukan kenaikan pajak PBBKB.

"Justru jika ingin membantu masyarakat maka gubernur harus mengurangi tarif pajak tersebut. Kita tahu bahwa Pajak PBBKB ini untuk mengisi kas daerah, artinya tidak masuk ke pusat atau ke Pertamina. Jadi meskipun ditagih oleh badan usaha tapi nanti akan disetorkan ke kas daerah ataun Pemda," jelasnya.

Oleh karena itu, kata Mamit, masyarakat perlu diluruskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumatera Utara itu memang karena ada komponen yang dinaikkan oleh Pemda sendiri yaitu PBBKB.

"Apalagi di daerah-daerah lain seperti di Jakarta, di Jawa dan daerah-daerah lainnya tidak mengalami kenaikan harga BBM dan masih tetap seperti biasa karena memang tidak mengalami kenaikan pajak PBBKB," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: