Tanto Intim Line rayakan 50 tahun, perluas rute dan maksimalkan layanan

Jum'at, 2 April 2021 | 18:37 WIB ET

SURABAYA - "To create a win-win situation for our customers, employees and shippers. To grow and prosper together."

Kalimat tersebut yang terus dipegang oleh Founder Tanto Intim Line Herman Hartanto dalam menjalankan roda perusahaan. Keinginan untuk maju bersama membuat Tanto Intim Line terus memberikan pelayanan terbaik dan kerjasama solid pada semua pihak. Hal itu pula yang mengantarkan Tanto Intim Line menjadi perusahaan shipping terkemuka di tanah air di usia yang ke-50 tahun.

Pada 1 April 2021, Tanto Intim Line memasuki usia emas, yakni 50 tahun. Perusahaan yang berdiri sejak 1971 tersebut tak henti menggalakkan inovasi. Hasilnya, kiprah yang terus melejit di industri tranportasi

laut berbasis kontainer.

Herman Hartanto menuturkan, pencapaian tersebut merupakan buah dari sinergi yang baik dengan seluruh elemen. Mulai dari karyawan yang solid hingga mitra kerja yang saling percaya. "Kami memiliki banyak relasi. Semuanya merupakan partner yang baik dan mendukung kemajuan kami. Jika sekarang

kami meraih kesuksesan, maka itu juga karena dorongan dari mitra kerja kami," ungkapnya.

Herman Hartanto percaya, kebahagiaan bakal berlipat ganda jika dirayakan dengan berbagi. Maka, jelang perayaan 50 Tahun, Tanto Intim Line juga melakukan CSR berbagi ke Yayasan Kemanusiaan dan Panti Asuhan serta buruh bongkar muat di 32 pelabuhan. Kesejahteraan buruh pelabuhan, diakui Herman Hartanto, merupakan hal yang kerap jadi perhatian pihaknya.

"Oleh karena itu, bantuan berupa paket sembako kami berikan untuk menunjang kesejahteraan mereka serta sebagai bentuk apresiasi," ujarnya. Untuk panti asuhan, Tanto Intim Line memberikan bantuan pada tiga hingga lima panti di setiap cabang kantor. Pemberian bantuan dilakukan secara merata.

Setengah abad mewarnai dunia transportasi laut Indonesia, Tanto Intim Line memiliki lebih dari 50 kapal peti kemas dan 29 kantor cabang. Kontainer-kontainer milik Tanto Intim Line juga telah berstandar ISO.

"Sejauh ini, kami beroperasi di 32 pelabuhan di Indonesia dengan puluhan ribu kontainer yang kami miliki," ungkap Herman Hartanto.

Herman Hartanto berharap, Tanto Intim Line mampu terus bersinergi dengan banyak pihak, termasuk pemerintah. Ia ingin dapat terus berperan aktif dan mendukung pemerintah dalam peningkatan perekonomian melalui jasa pelayaran berbasis kontainer. Sehingga, kegiatan transportasi dan angkutan

barang dapat dilaksanakan dengan baik.

Kesuksesan Tanto Intim Line juga ditunjang oleh staf yang berdedikasi dan berfokus pada pelanggan.

Tim staf profesional Tanto yang ramah sangat memahami bahwa kunci kepuasan pelanggan adalah memberikan pelayanan yang tulus dan bekerja ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan.

Usia ke-50 tahun juga menjadi momen bagi Tanto Intim Line untuk evaluasi dan terus berbenah.Tujuannya satu, menjadi perusahaan shipping terpercaya dan mengeksplor kesempatan untuk bisnis

yang lebih besar.

Untuk mencapai misi tersebut, Tanto Intim Line memastikan menerapkan beberapa hal dalam

pelayanannnya. Diantaranya, keinginan untuk terus improve hal-hal baru. "Kami terus berimprovisasi.

Hasilnya, kami kerap menjadi pelopor dalam beberapa hal. Misalnya, penerapan SMS Release Order (RO) dan Sistem Informasi Kontainer Online. Atau, menjadi kapal kontainer pertama yang berlayar di Bitung pada 1992," ujar Herman Hartanto.

Terus Berinovasi, Berikan Pelayanan Berbasis IT

Membawa tagline our service is a gift to you, Tanto Intim Line tak bosan meningkatkan pelayanannya.

Salah satunya melalui perluasan rute pelayaran. Terbaru, Tanto Intim Line melakukan pelayaran rute baru ke Labuan Bajo. Pelayaran perdana bakal dilakukan pada 9 April nanti dengan rute awal Surabaya.

Perluasan pelayaran dilakukan untuk meratakan distribusi barang. Herman berharap, perluasan cabang itu dapat mendukung pemerintah dalam peningkatan ekonomi dan percepatan distribusi barang dan logistik di seluruh daerah di Indonesia.

"Sebagai ucapan terimakasih pada partner dan pelanggan, kami terus berinovasi untuk memaksimalkan pelayanan. Servis kami mengedepankan profesionalisme dengan IT yang diterapkan untuk meningkatkan

kerjasama," ujar Herman Hartanto.

Selain perluasan rute, Tanto Intim Line juga mengembangkan teknologi untuk memaksimalkan pelayanan. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa Tanto Intim Line merupakan perusahaan shipping yang

mengedepankan profesionalitas dan kemajuan teknologi. Dikembangkannya SMS Release Order (RO) dan Sistem Informasi Kontainer Online juga menjadi bukti nyata kecanggihan teknologi yang digunakan Tanto Intim Line dalam memberi pelayanan. Lewat SMS RO, pelaanggan lebih fleksibel dan hemat waktu

atau uang dalam pengurusan dokumen.

Tahun lalu, SMS RO mulai kembali dikembangkan oleh tim IT Tanto Intim Line yang memiliki kemampuan mumpuni. Aplikasi baru diciptakan. Yakni, Tanto Link atau T-Link. Aplikasi tersebut dapat mempermudah

pekerjaan customer dalam berbagai hal. Mulai dari pengecekan jadwal kapal secara realtime, booking kontainer, hingga tracking kontainer. Melalui T-Link, customer bisa melakukan monitoring pergerakan kontainer dengan mudah.

Pandemi juga membuat Tanto Intim Line berinovasi. Layanan teknologi canggih berbasis digital diciptakan untuk mengurangi paparan dan memaksimalkan keselamatan custumer. Salah satunya, penerapan cashless yang diaplikasikan dalam fitur Top Up saldo instan di T-Link. Hanya dengan mengisi saldo, customer bisa melakukan transaksi dengan mudah tanpa harus membayar langsung.

Selain itu, diterapkan pula paperless. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan customer bisa diunduh dalam bentuk e-paper atau PDF sehingga tak perlu mengambil langsung atau melakukan print.

"Teknologi-teknologi baru ini juga kami berikan agar aktivitas di tengah pandemi makin mudah tanpa mengesampingkan keamanan customer," ungkap Herman Hartanto.

Tanto Intim Line juga memberikan kemudahan bagi rekan trucking. Mereka bisa mengunduh aplikasi monitoring kontainer sehingga pemantauan bisa dilakukan lebih mudah. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk customer yang mempiroritaskan ketepatan waktu dalam pengiriman karena monitoring armada truk jauh

lebih.

Bagikan artikel ini: