Terdorong harga cabai rawit, inflasi Maret 0,08 persen

Kamis, 1 April 2021 | 14:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada Maret 2021 mencapai 0,08%. Tingkat inflasi secara tahun kalender (month on month/mom) sebesar 0,44% sedangkan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,37%.

Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 58 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, inflasi disebabkan oleh makanan dan minuman yang menyumbang 0,01%.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil 0,1% pada inflasi pada bulan Maret 2021," kata Setianto pada video conference, Kamis (1/4/2021).

Kelompok barang tersebut mengalami inflasi sebesar 0,4% mom. Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah cabai rawit dengan andil 0,04%, bawang merah dengan andil 0,02%, serta daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, ikan diawetkan, dan tarif asisten rumah tangga dengan andil masing-masing 0,01%.

Namun, masih ada beberapa komoditas dalam kelompok ini yang mengalami deflasi sehingga menekan laju inflasi. Seperti cabai merah dengan andil pada deflasi sebesar 0,02% dan beras dengan andil deflasi sebesar 0,01%.

Kelompok transportasi pada bulan lalu juga tercatat mengalami deflasi sebesar 0,25% mom sehingga memberi andil pada deflasi sebesar 0,03%.

Salah satu komoditas yang berandil pada deflasi dalam kelompok transportasi adalah mobil yang menyumbang deflasi 0,03%.

Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami deflasi 0,39% dan memberi andil pada penurunan harga secara keseluruhan sebesar 0,02%.

Komoditas yang mendorong deflasi pada kelompok tersebut adalah emas perhiasan yang mengalami penurunan harga sehingga memberi andil pada deflsi sebesar 0,02%.

Dipaparkan Setianto, inflasi tertinggi di Jayapura yang sebesar 1,07%. Sedangkan inflasi terendah di Tangerang dan Banjarmasin yang menyumbang 0,01%. Lalu, deflasi tertinggi di Baubau dan terendah terjadi di Palopo.

"Deflasi tertinggi ada Baubau yang sebesar minus 0,99% lalu deflasi terendah pada Palopo minus 0,01%," jelasnya.

Dia menambahkan, inflasi secara bulanan masih cukup rendah. Hal ini dikarenakan pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat.

"Inflasi secara bulanan masih rendah. Dan kelompok makanan yang paling tinggi penyumbang inflasinya," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: