Produsen Sari Roti kemas laba bersih Rp215,1 miliar di 2020

Rabu, 31 Maret 2021 | 19:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), mencatatkan kinerja positif di tahun 2020. Emiten produsen Sari Roti ini meraih penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp 3,21 triliun dan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Rp 215,1 miliar atau tetap menjaga net profit margin pada level 6,7%.

Pencapaian ini didukung dengan penjualan yang kuat dari kanal tradisional yang meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 947 miliar. Strategi untuk berfokus pada wilayah perumahan dengan memperkenalkan moda pemesanan produk yang lebih mudah melalui Whatsapp dan Chatbot telah memberikan hasil yang sangat positif.

Penjualan pada kanal modern tetap menjadi kontributor terbesar ROTI. Dengan menerapkan strategi promosi yang dinilai tepat, perusahaan mampu meredakan dampak negatif dari pengurangan jam operasional outlet dan frekuensi belanja konsumen yang menurun sehingga kanal modern membukukan penjualan Rp 2,2 triliun di tahun 2020.

"Memang penjualan konsolidasian tahun 2020 sedikit menurun dari periode sebelumnya, tetapi dengan mempertimbangkan kondisi pandemi dan operasional Filipina yang hanya kontribusi 8 bulan sebelum divestasi pada September lalu, kami melihat kinerja tahun 2020 sebagai prestasi yang baik," jelas Arlina Sofia, Direktur PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/3/2021).

Sedangkan laba bersih tahun 2020 sebesar Rp 215,1 miliar, dapat diraih dengan menerapkan berbagai inisiatif dalam meningkatkan kinerja produksi serta pengelolaan biaya operasional. Karenanya, inisiatif tersebut akan terus diimplementasikan agar mampu meningkatkan profitabilitas dan kinerja keuangan Perseroan di tahun 2021.

Manajemen tetap berkeyakinan bahwa bisnis roti terus akan prospektif. Hal ini tercermin dengan capex yang telah dikeluarkan sepanjang tahun 2020 mencapai Rp 455 miliar yang dipergunakan untuk penambahan kapasitas produksi dan pengembangan jaringan distribusi.

Pabrik Banjarmasin, yang merupakan pabrik kedua ROTI telah mulai beroperasi komersial pada Februari 2021. Pengoperasian pabrik Banjarmasin melengkapi jumlah pabrik Sari Roti menjadi 14 dengan sebaran lokasi strategis untuk mendukung distribusi seluruh Indonesia.

ROTI juga berkomitmen untuk menyelesaikan pabrik ke-15 di Pekanbaru yang ditargetkan beroperasi pada penghujung tahun 2021.

"Pabrik Pekanbaru akan menjadi penutup dari rangkaian penambahan kapasitas produksi yang telah kami mulai tahun 2017, sejak saat itu, kami telah mengoperasikan pabrik baru di Batam, Gresik, Balikpapan dan Banjarmasin. Sari Roti optimistis untuk meraih potensi pertumbuhan pesat bisnis roti di Indonesia," tutup Arlina. kbc10

Bagikan artikel ini: