Akhir panen raya, BULOG prediksi stok beras capai 1,4 juta ton

Senin, 29 Maret 2021 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG memprediksi dapat meraih penambahan stok beras (cadangan beras pemerintah/CBP) hingga 1,4 juta ton beras sampai akhir panen raya pada Mei atau awal Juni 2021. Sementara saat ini stok yang sudah dimiliki BULOG sudah 1 juta ton.

"Sampai Mei, stok yang kami kuasai akan ada tambahan sekitar 400.000 ton, jadi totalnya 1,4 juta ton," kata Direktur Utama Bulog Perum Bulog Budi Waseso dalam video conference di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Buwas begitu disapa mengatakan penyerapan beras petani oleh BULOG tahun ini lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya. Menurutnya, tiap harinya BULOG mampu menyerap beras 10.000 ton per hari. Adapun hingga akhir Maret 2021, serapan beras dari petani mencapai 200.000 ton.

"Evaluasi penyerapan saya dibandingkan dua tahun lalu ini serapan yang paling tinggi. Ini memberi keyakinan bahwa kami bisa serap lebih banyak walaupun kami belum ada kepastian hilirnya seperti apa," terangnya.

Jika dihitung, artinya BULOG memproyeksi serapan gabah/beras Bulog hingga Mei tahun ini berkisar 600.000 ton. Sementara, dalam paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Kemendag, Kamis (4/3/2021), tertera bahwa target penyerapan beras oleh Bulog sebanyak 900.000 ton pada saat panen raya Maret hingga Mei 2021.

Menanggapi hal ini, Budi menambahkan pihaknya dapat saja menyerap gabah/beras lebih besar dari 600.000 ton. Apalagi, produksi beras tahun ini diproyeksi mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Akan tetapi, Budi mengatakan penyerapan ini harus sesuai dengan kebutuhan penyaluran.

"Artinya kalau diprediksi tadi 900.000 ribu, bisa lebih dari situ juga bisa. Hanya persoalannya ini khusus untuk CBP. Untuk CBP itu penyalurannya tidak ada, itu yang jadi permasalahan, sehingga kita harus menyerap sesuai dengan kebutuhan real," katanya.

Disebutkan, pemerintah akan melakukan evaluasi mengenai stok beras yang dimiliki Bulog pada Juni 2021. Apabila dimungkinkan, BULOG akan kembali menyerap hasil panen pada Agustus-September.

Namun apabila tidak ditugaskan kembali, ia mengaku akan tetap menyerap beras dari petani lokal untuk tujuan komersial. Buwas ingin memastikan bahwa beras yang dihasilkan oleh petani ada jaminan penyerapan.

"Dengan sendirinya petani ada jaminan produksi diserap. Ini yang sedang kami siapkan dan hitung. Kami terus pantau daerah yang panen, direksi ada kewajiban ke lapangan untuk mengecek produksi di wilayahnya," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: