Tes fungsi kereta cepat Jakarta-Bandung ditarget Agustus 2022

Senin, 29 Maret 2021 | 15:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terus dikebut. Proyek itu sendiri ditargetkan bisa dilakukan test commisioning atau tes fungsi pada Agustus 2022.

"Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait, didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system maupun operasional," kata Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya dalam keterangan resmi, Minggu (28/3/2021).

"Untuk test and commisioning kita targetkan pada Agustus 2022," tambah Mirza.

Di sisi lain, pembangunan dan penyediaan sarana prasarana KCJB juga menjadi prioritas dan berjalan paralel. Keempat stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar saat ini dalam tahap konstruksi. Secara umum, pembangunan telah memasuki tahap fondasi dan struktur lainnya.

Mirza mengungkapkan, workshop pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk bagian operasional dan maintenance dari setiap subsistem sedang dilakukan.

"Termasuk penegasan penerapan zero tolerance terhadap kecelakaan kerja dari proses konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung," ungkap Mirza.

Menurutnya, ketika ditemukan kendala PT KCIC senantiasa mendorong semua kontraktor untuk mencari solusi efektif sehingga persoalan bisa teratasi. Melalui monitoring rutin mingguan, progres pembangunan dan percepatan yang dilakukan dapat terpantau dan direspons sesegera mungkin agar target pekerjaan di tahun 2022 dapat dipenuhi.

Terkait informasi munculnya pembengkakan biaya yang beredar di banyak media, dijelaskan Mirza, PT KCIC hingga saat ini masih melakukan kajian internal dengan pihak terkait. Untuk diketahui, feasibility study (FS) pembangunan Kereta Cepat Jakarta- Bandung dilakukan di tahun 2015 atau enam tahun silam.

Seiring dengan berjalannya waktu dan proses, tentu ada inflasi yang terjadi. Apalagi di tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19 yang membuat seluruh industri terkena dampaknya. Imbas serupa juga menerpa proyek KCJB yang ditangani PT KCIC.

Kondisi ini dijelaskan Mirza tentu berdampak pada proses pembangunan KCJB yang sedang berjalan. Meski begitu, KCIC tetap berupaya melakukan berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

"Koordinasi dan komunikasi dengan pihak internal dan eksternal dilakukan secara simultan dan intens sehingga saat ini akselerasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa terus berjalan," jelas Mirza.

Dia pun memastikan PT KCIC tidak melakukan pengurangan karyawan di masa pandemi ini. Selain pembangunan infrastruktur transportasi publik, pengembangan superblok dan kawasan terintegrasi (Transit Oriented Development/TOD) juga tengah dikembangkan secara simultan di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.

"Untuk di kawasan Halim, akan dilakukan pengembangan dengan tipe Superblok di sekitar stasiun. Tepatnya di sisi selatan dan tidak berstatus sebagai TOD. Superblok Halim menawarkan berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel dan convention center serta terintegrasi dengan moda BRD dan LRT Jabodetabek," ucap Mirza.

Sedangkan untuk tiga kawasan lainnya, yakni Karawang, Walini dan Tegalluar, akan diterapkan konsep TOD. Pada dasarnya pengembangan di area sekitar 3 stasiun ini adalah pengembangan kota baru dengan pusat berbasis konsep TOD yang memiliki radius 800 meter dari simpul stasiun kereta cepat.

Kawasan Superblok Halim, lahan sudah sepenuhnya dikelola oleh PT KCIC. Lahan ini merupakan lahan kerjasama antara TNI AU dan KCIC sejak tahun 2018. PT KCIC terus melakukan akselerasi pembangunan KCJB untuk mengejar target penyelesaian di tahun 2022.

Untuk lahan di 3 stasiun lainnya, Karawang, Walini, dan Tegalluar sampai dengan saat ini komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait pembangunan TOD masih terus dilakukan. kbc10

Bagikan artikel ini: