Pengamat sebut anak usaha BUMN masih kuasai proyek pemerintah Rp100 miliar ke bawah

Senin, 29 Maret 2021 | 10:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah perusahaan pelat merah disebut masih menguasai proyek-proyek infrastruktur pemerintah di dalam negeri. Padahal, sesuai dengan aturan, BUMN hanya bisa menggarap untuk proyek yang nilainya di atas Rp100 miliar.

Hal itu diungkapkan Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Herry Gunawan dalam diskusi bertajuk BUMN Terlalu Perkasa?, Sabtu (27/3/2021). "Data BPJT proyek terakhir yang sudah beroperasi dari daftar 60 proyek yang sudah beroperasi itu 22. 100 persen itu di situ ada BUMN baik melalui kepemilikan langsung, kepemilikan anak, maupun kepemilikan cucu BUMN," ungkapnya.

Herry mengingatkan, sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo pada 2019 silam, BUMN-BUMN tidak boleh mengambil alih seluruh proyek pemerintah disektor kontruksi. Proyek-proyek di bawah Rp100 miliar harus dilimpahkan kepada swasta.

"Tetapi yang akhirnya ikut anak dan cucunya BUMN karena mereka bukan kepemilikan langsung dari BUMN," kata dia.

Sebagai contoh, Jasa Marga merupakan kepemilikan langsung dari BUMN. Sementara Waskita Tol Road bukan kepemilikan langsung dan mempunyai anak perusahaan seperti Waskita Karya. Di mana mereka semua bisa menggarap proyek jalan tol.

"Jadi tidak hanya langsung dari BUMN tetapi bisa melalui melalui anak dan cucu ini yang membuat," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: