Pebisnis EO siap jadi motor penggerak percepatan pemulihan pariwisata di Bali

Sabtu, 20 Maret 2021 | 10:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bali beberapa waktu lalu menjadi angin segar para pelaku industri pariwisata di Bali termasuk penyelenggara kegiatan (event organizer/EO) untuk terus berbenah diri dan merapatkan barisan dalam pemulihan perekonomian khususnya di sektor pariwisata.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memberi sinyal pada Juni atau Juli 2021 pariwisata Bali bisa dibuka dengan syarat angka pertumbuhan Covid-19 semakin terkendali.

Ketua Industri Event Indonesia (IVENDO) DPD Bali, Grace Jeanie menyatakan, wacana pemerintah tersebut juga diiringi dengan melakukan berbagai langkah taktis seperti perluasan program vaksinasi, pengetatan penerapan prokes, bantuan stimulus industri besar dan sebagainya.

"Kerja besar ini bukan semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah saja namun harus mampu melibatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkannya. Hal inilah yang mendorong DPD IVENDO BALI untuk terus menggaungkan semangat Engage, Collaborate, Accelerate," ujar Grace dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021).

Untuk percepatan realisasi tesebut, dia bilang, IVENDO Bali telah menyusun sejumlah strategi, pertama kewajiban penerapan prokes yang bukan hanya etalase yang menyentuh semua sektor dan lapisan masyarakat di Bali serta sistem kontrol yang kuat. Untuk percepatan, saat ini tidak cukup hanya sosialisasi tapi pelatihan secara massive dan terus menerus khususnya di industri pariwisata.

Dalam hal ini, IVENDO bisa dilibatkan. Grace menggambarkan, untuk mendorong penerapan prokes pada 2020 lalu, pihaknya menginisiasi Pelatihan Tingkat Dasar Officer CHSE untuk anggota IVENDO dan media. "Saat ini DPD IVENDO Bali telah memiliki 40 orang yang bersertifikat Officer CHSE. Pun, saat ini, IVENDO telah memiliki Auditor CHSE dan Trainer setingkat ASEAN," ulasnya.

Kedua, lanjut Grace, persiapan re-open border yang bisa diawali dengan melakukan simulasi semisal mengundang media asing dan perwakilan negara asing ke Bali dan melakukan publikasi serta promosi secara gencar untuk menunjukkan kesiapan Bali.

Ketiga, untuk menggerakkan sektor UMKM, Grace mengusulkan untuk menggunakan produk UMKM sebagai souvenir kegiatan, baik kegiatan yang diadakan oleh K/L maupun BUMN.

Dan keempat, guna mendorong program-program percepatan strategis, IVENDO telah menyiapkan sejumlah program, mulai program integrasi konsep sistem pemasaran ekraf, Bali Travel Fair yang mengkombinasikan B2C dan B2B, pemasaran pariwisata Bali melalui program study from Bali, work from Bali, program Meet Bali dengan membawa potential buyers dari EO/PCO luar Bali untuk Bali, program health recovery from Bali, sehat bugar di Bali, Bali Virtual Run, hybrid drive in concert, sinema bawah langit, Bali photo hunting, Bali Visit Year 2022 dan lainnya.

Menurut Grace yang juga Managing Director JP Pro Bali event organizer, sejatinya pelaku industri penyelenggara kegiatan seperti PCO, EO, WO dan promotor memiliki peran dan peluang yang besar dalam memberikan kontribusi bagi pemulihan pariwisata di Bali. Sama strategisnya dengan industri penerbangan dan usaha biro perjalanan. Pasalnya, dia bilang, semuanya bersifat mover. Oleh sebab itu terkait dana hibah untuk pariwisata, kami berharap pemerintah pusat dan daerah untuk juga memberikan stimulus kepada pelaku industri event di Bali.

"Sesungguhnya banyak sekali pekerjaan yang dapat diberikan kepada ribuan pekerja event yang saat ini jobless di Bali. Jangan berikan ikannya, tapi berikan kailnya. Buka ruang dan kesempatan yang lebih luas dan lebih merata untuk dapat mengakses dan memproduksi event-event di Bali. Tidak melulu menjadi sub-kontraktor dari EO-EO di pusat," tandas Grace.

Dia juga menyinggung soal keterbatasan likuiditas perusahaan akibat pandemi, untuk itu dia berharap diberlakukan pembayaran DP khususnya untuk pekerjaan Kemenparekraf atau instansi pemerintah, agar industri event skala kecil tak tergilas oleh skala besar.

"Jika industri perhotelan dan transportasi bisa membantu akomodasi dan perjalanan para pekerja kesehatan, maka pekerja event dan suppliers juga bisa dilibatkan untuk meng-organize kegiatannya," pungkas Grace. kbc7

Bagikan artikel ini: