Sri Mulyani akui soal biaya logistik, RI kalah bersaing di Asean

Jum'at, 19 Maret 2021 | 11:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui biaya logistik Indonesia masih kalah efisien dibandingkan sejumlah negara Asean lainnya. Malaysia misalnya, biaya logistiknya hanya 13%, dibanding Indonesia yang sebesar 23,5%.

"Kalau Indonesia kita keluarkan 23,5% dari kue ekonomi nasional sebagai biaya logistik, sementara tetangga seperti Malaysia hanya 13% maka kita langsung tahu perusahaan yang operasi di sini 10% kalah kompetisi hanya dari biaya logistik," kata Sri Mulyani dalam acara virtual, Kamis (18/3/2021).

Untuk itu, Sri Mulyani menyebut, kehadiran platform ekosistem logistik di Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE) di Batam sebagai pilot project dari ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) diyakini bisa mengurangi biaya logistik di Indonesia.

"Kalau bicara negara ASEAN lain di Batam itu hanya sekitar kurang dari 1 jam naik speedboat jadi namanya tetangga itu koneksi dekat sekali," ujarnya.

Kemenko Kemaritiman dan Investasi menyatakan penyederhanaan sistem pembiayaan tersebut akan membuat pemasukan investasi ke Indonesia semakin besar. Sebab, dalam urusan efisiensi pembiayaan, Indonesia masih kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura.

"Negara di seberang kita 13%, kita 25,3%. Masa beda hampir 10%. Apabila beda banyak, orang berpikiran ngapain investasi ke Indonesia? Dengan (efisiensi) itu penerimaan negara tambah," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: