KKP dorong cold storage terapkan sistem resi gudang

Selasa, 16 Maret 2021 | 16:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong agar seluruh cold storage atau gudang beku ikan di Indonesia menjalankan Sistem Resi Gudang (SRG).

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti mengatakan SRG merupakan langkah percepatan penyerapan produksi nelayan dan pembudidaya ikan yang belum terserap pasar dengan harga wajar, dengan begitu nelayan dan pembudidaya bisa terjaga kesejahteraannya.

"Banyak manfat yang bisa didapatkan dari SRG ini karena itu kami mendorong sistem ini bisa diterapkan di seluruh gudang beku di Indonesia," ujar Arti di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Dia mengatakan, manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan sistem SRG ini adalah nelayan dan pembudidaya terlibat dalam stabilisasi harga serta mendapatkan modal pinjaman untuk kegiatan produksi dengan menggunakan resi.Kemudian bagi pengelola hasil perikanan, SRG bisa menjaga keberlanjutan pasokan ikan, jaminan mutu bahan baku ikan dari nelayan atau pembudidaya. Konsumen juga mendapatkan manfaat berupa jaminan ketersediaan ikan dan jaminan mutu ikan yang bagus dengan harga stabil.

Dalam mekanisme SRG, ikan menjadi aset yang dibuktikan dengan resi, selanjutnya bukti tersebut bisa dijadikan jaminan agunan pembiayaan ke lembaga keuangan bank ataupun non-perbankan. Nelayan atau pembudidaya mendapatkan subsidi bunga hingga 6% per tahun dengan catatan ikan yang akan diagunkan telah memenuhi standard serta penilaian lembaga penguji mutu dan harus disimpan pada pengelola gudang yang telah mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Sejak penerbitan resi gudang ikan pada 27 November 2020 hingga Februari 2021, telah terbit 8 lembar resi senilai Rp 4,3 miliar, angka tersebut berasal dari 191,97 ton ikan, selain ikan, SRG juga diimplementasikan untuk komoditas rumput laut dan telah diterbitkan 102 lembar resi senilai Rp 88 miliar untuk 6.441 ton rumput laut.

Sebagai tindak lanjut dari sinergitas kegiatan dalam rangka implementasi SRG, Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mendorong implementasi SRG ikan pada pengembangan di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan dan Maluku Lumbung Ikan Nasional untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi kelembagaan pelaksanaan SRG, Kemdag dan KKP telah menyiapkan kelembagaannya di antara pengelola gudang SRG ikan yang terdiri dari PT Perikanan Nusantara, Perum Perikanan Indonesia, dan Koperasi Perikanan. Kemudian gudang SRG terdiri dari 11 gudang beku PT Perikanan Nusantara yang berlokasi di Bacan, Sorong, Ambon, Gorontalo, Benoa, Sidoarjo, Timika, Muara Baru, Talaud, Makassar dan Bitung.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memastikan tiga program terobosan KKP yaitu peningkatan penerimaan negara bukan pajak perikanan tangkap untuk kesejahteraan nelayan, mendorong perikanan budidaya untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan membangun perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.kbc11

Bagikan artikel ini: