Gaikindo klaim relaksasi PPnBM bikin pesanan mobil bergairah

Selasa, 16 Maret 2021 | 11:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengklaim pemberian stimulus berupa pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bisa menggairahkan kembali industri otomotif dalam negeri pada tahun ini.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara menyatakan, para pelaku industri otomotif tampak antusias menyambut pemberian insentif PPnBM yang diberlakukan per 1 Maret 2021 lalu. Diharapkan pula insentif tersebut dapat mengerek penjualan mobil di Indonesia pada tahun ini. Dalam catatan Kontan, Gaikindo menargetkan penjualan mobil di tahun ini  mencapai 750.000 unit.

Kukuh mengaku, pihaknya belum memiliki data resmi terkait realisasi sementara penjualan mobil usai insentif PPnBM diberikan. Namun, berdasarkan laporan yang masuk ke Gaikindo, beberapa outlet penjualan kendaraan bermotor di Indonesia yang tampak mengalami kenaikan pesanan penjualan mobil dalam 10 hari sejak insentif tersebut diberikan.

Dalam hal ini, total pemesanan mobil di beberapa outlet bisa mencapai kisaran 20-25 mobil per hari. Padahal, sebelum insentif diberikan, pemesanan mobil di outlet biasanya hanya sekitar 5-6 mobil per hari. “Kami lihat ada peningkatan pemesanan mobil yang dijual di beberapa tempat,” ujar Kukuh baru-baru ini.

Dia menambahkan, insentif PPnBM tak hanya berdampak pada kenaikan produksi dan penjualan mobil, melainkan juga menggerakkan industri pendukung otomotif lainnya, misalnya industri pemasok komponen mobil. 

Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang tersebut tentu akan menaikkan produksi tatkala permintaan terhadap produk mobil terus meningkat. "Satu mobil ada lebih dari 6.000-7.000 part, jadi memang butuh banyak komponen," imbuhnya.

Gaikindo menilai, insentif PPnBM sebenarnya bukan katalis secara langsung bagi para Agen Pemegang Merek (APM) untuk meluncurkan produk mobil baru di tahun ini. Kalaupun ada beberapa mobil baru yang dirilis ke pasar, hal itu lebih disebabkan oleh perencanaan bisnis APM beberapa waktu lalu. Apalagi, tiap perusahaan memerlukan riset dan perencanaan yang matang sebelum merilis mobil baru.

"Industri otomotif itu bersifat jangka panjang. Mobil baru yang dirilis tahun ini sebenarnya sudah direncanakan 2-3 tahun lalu," terang Kukuh.

Lebih lanjut, saat ini Gaikindo masih terus melakukan evaluasi secara berkala terkait insentif PPnBM yang berlaku sekarang, khususnya terkait dampak insentif tersebut bagi industri otomotif dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. kbc10

Bagikan artikel ini: