Sri Mulyani sebut gaji perempuan lebih rendah 20 persen

Senin, 15 Maret 2021 | 11:22 WIB ET
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, rata-rata kaum perempuan mendapatkan gaji lebih rendah 11-20 persen ketimbang pria dengan jabatan dan posisi yang sama. Hal seperti ini terjadi hampir di seluruh dunia.

"Yang sering dihadapkan perempuan di society, social, maupun keseluruhan dunia yang relatively tidak playing field. Statistiknya posisi sama, dibayar 11 persen lebih rendah bahkan sampai 20 persen di bawah pria, pekerjaan sama, tanggung jawab," ungkap Sri Mulyani dalam live streaming Ngobrol Sore Semaunya bersama Putri Tanjung, seperti dikutip, Minggu (14/3/2021).

Menurut Sri Mulyani, bakat seorang perempuan dikenai diskon karena mereka seorang perempuan yang pantas berbeda dengan karyawan pria. Persoalan keseimbangan antara pria dan perempuan juga dirasakan Sri Mulyani secara tak langsung.

Dia juga menyadari pria masih mendominasi di lingkungan pekerjaan. Berdasarkan pengamatannya, pengambilan keputusan oleh perempuan di parlemen Indonesia belum sampai 30 persen.

"Lalu dewan direksi perempuan biasanya juga satu dari lima. Dewan komisaris hanya satu dari lima, itu juga kalau ada, kadang-kadang. Semua pria," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun bercerita sempat merasakan hal itu secara langsung ketika ia satu-satunya sebagai Menteri Keuangan perempuan di dunia pada 2005.

"Menteri Keuangan di dunia tidak ada yang perempuan, waktu itu saya jadi Menteri Keuangan pada 2005 tidak ada perempuan sampai akhirnya Christine Lagarde jadi Menteri Keuangan Perancis," kata Sri Mulyani.

Saat menjadi minoritas, Sri Mulyani menyatakan perempuan sebaiknya tetap percaya diri. Ia mengingatkan agar perempuan tidak salah tingkah.

Selain itu, dia juga menyarankan agar perempuan tidak merasa bersaing dengan sesama perempuan. Seharusnya, perempuan di suatu perusahaan bersatu agar saling mendukung. "Bersaing sebaiknya tidak terjadi, latihan untuk nyaman," imbuhnya.

Sri Mulyani menambahkan pria dan perempuan seharusnya berjalan beriringan. Mereka seperti sepatu, di mana kanan dan kiri harus berjalan secara seimbang.

"Tidak bisa jalan sendiri, kalau sepatu kanan lebih tinggi, sepatu kiri adalah perempuan lebih rendah kan jadi tidak enak," pungkas Sri Mulyani. kbc10

Bagikan artikel ini: