Menteri Nadiem targetkan sekolah tatap muka mulai pekan kedua Juli 2021

Jum'at, 5 Maret 2021 | 10:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan kegiatan belajar mengajar di sekolah secara tatap muka bisa mulai Juli 2021. Sebelumnya, vaksinasi Covid-19 bagi lima juta pendidik dan tenaga pendidik ditargetkan rampung pada akhir Juni 2021.

“Sehingga, target kami, pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau pada minggu kedua dan ketiga Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka,” ujar Nadiem dalam dialog 'Mendedar Kuota Belajar' di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Pembelajaran tatap muka dilakukan dengan sistem rotasi antara jumlah siswa yang datang ke sekolah dan yang jarak jauh atau pembelajaran daring. Pembelajaran tatap muka di sekolah bakal dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Nadiem juga mengatakan, pada tahun ini kementerian masih menerapkan fleksibilitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Ini, kata dia menambahkan, dapat digunakan untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka.

“Sekarang harus sudah dimulai, ketika vaksinasi sudah bergulir pasti sekolah didorong untuk membuka sekolah,” kata Mendikbud yang juga eks bos Gojek itu. 

Terpisah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyayangkan satu sekolah di kota itu yang diketahui telah menggelar kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Padahal kondisi saat ini, menurut IDI Makassar, belum memungkinkan dan berpotensi memunculkan klaster baru.

Acuan IDI adalah positivity rate di wilayah setempat maupun nasional yang dianggap masih sangat tinggi. Angkanya sebesar 19 persen, bandingkan dengan 5 persen yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia WHO.

"Kami memahami kekhawatiran dan kerinduan baik anak didik maupun tenaga pendidiknya yang ingin melaksanakan proses pendidikan secara terbuka, tetapi kondisi yang membuat untuk tetap bertahan sementara," kata Ketua IDI Kota Makassar, Siswanto Wahab.

Adapun kebijakan Mendikbud sejak awal tahun ajaran baru lalu adalah mendorong daerah-daerah untuk membuka kembali sekolah-sekolah. Syaratnya, pemberlakuan protokol kesehatan ketat serta siap ditutup kembali jika terjadi kasus positif Covid-19, selain mendapat izin dari orang tua murid. kbc10

Bagikan artikel ini: