Pemerintah dorong perbankan segera pangkas suku bunga kredit

Selasa, 2 Maret 2021 | 10:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus berupaya mengkomunikasikan masalah suku bunga kredit yang masih tinggi di industri perbankan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, bunga kredit perbankan masih jauh dari yang seharusnya. Posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sekarang berada di level 3,5%, sementara bunga kredit perbankan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih di atas 10%.

"Kita akan komunikasikan, karena memang salah satu yang diminta kepada perbankan agar penurunan suku bunga BI dan lending rate bisa ditransmisikan pada konsumen," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Dirinya mengatakan, perbankan harus turut mendukung agar kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) bisa ditransmisikan lebih cepat kepada konsumen agar permintaan kembali naik.

"Karena memang salah satu yang diminta ke perbankan adalah agar penurunan BI rate dan lending rate bisa ditransmisikan ke konsumen," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tengah mengkaji kebijakan yang bisa mendorong penurunan suku bunga kredit di perbankan.

Saat ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) bersama dengan OJK memimpin kajian tentang penetapan suku kredit atau lending rate di perbankan.

"Kita memang di dalam pembahasan ini antara BI, OJK dan LPS akan semakin meneliti apa yang disebut proses pembentukan penetapan lending rate di masing-masing bank," tandasnya.

Ani, sapaan akrabnya menuturkan, anggota KSSK memahami bahwa setiap bank memiliki kemampuan berbeda dalam penetapan suku bunga kredit. Ini dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain, kondisi kesehatan bank, neraca keuangan, cost of fund (biaya dana), dan sebagainya.

Namun, dia menegaskan KSSK juga ingin agar kebijakan pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral dapat ditransmisikan secara efektif oleh perbankan.

"Di satu sisi kami melihat setiap bank mungkin beda, tapi di sisi lain harus ada semacam prediktabilitas dari suatu policy rate yang seharusnya bisa tercermin secara relatif umum dalam sektor perbankan dalam bentuk lending rate, yang tentunya harusnya mencerminkan tingkat suku bunga yang sudah mulai sangat turun secara tajam dalam kurun waktu terakhir ini," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: