Subsidi belum berlanjut, harga tiket pesawat kembali melejit

Selasa, 16 Februari 2021 | 10:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pada akhir 2020 lalu, pemerintah memberikan subsidi bagi maskapai, berupa pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) dan membuat harga jual tiket pesawat menjadi lebih murah.

Namun, di tahun 2021 subsidi tersebut belum bisa diputuskan untuk berlanjut. Otomatis harga tiket pesawat kini kembali naik menjadi normal seperti sedia kala, era terbang murah sudah berakhir.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra juga membenarkan kini pihaknya sudah kembali menjual tiket ke harga normal dengan memasukkan komponen tarif PJP2U.

"Iya kami kembali jual dengan normal," kata Irfan seperti dikutip, Senin (15/2/2021).

Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno juga mengakui hal yang sama. Menurutnya, kini para maskapai kembali menjual tiket dengan memasukkan komponen harga PJP2U.

"Saya cek dengan staf saya iya (maskapai kembali memasukkan komponen PJP2U)," ujar Pauline.

Meski begitu, Pauline menilai kenaikan harga tiket pesawat saat ini belum terlihat secara signifikan. Menurutnya, saat ini memang merupakan waktu-waktu low season, maka maskapai pun mematok harga rendah.

Pauline juga mengatakan sebetulnya subsidi pada komponen PJP2U tak terlalu banyak mempengaruhi pergerakan harga tiket karena nominalnya yang dinilai tak seberapa.

"Kalau kenaikan, sebenarnya basically Januari memang lowest season, jadi tiket sedang murah. Menurut kami, subsidi PJP2U ini tidak terlalu berdampak karena angkanya tidak signifikan. Rata-rata kan paling mahal di Jakarta di Terminal III (Soetta) saja cuma Rp 130 ribu," papar Pauline.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kemhub Novie Riyanto mengungkapkan subsidi terhadap maskapai tahun ini belum bisa diputuskan akan dilanjutkan atau tidak. Belum ada mekanisme yang disetujui dari pemerintah untuk kembali memberikan subsidi bagi maskapai.

"Subsidi yang sifatnya langsung pada airlines (maskapai) saat ini kami belum punya solusi. Karena airlines kita mungkin yang BUMN sudah ada langkah sendiri dari Kemenkeu. Kalau yang swasta belum ada mekanisme, dari government ke private seperti apa," ujar Novie.

Namun demikian, Novie mengatakan pihaknya tetap akan mengusulkan subsidi maskapai ke Kementerian Keuangan agar bisa direalisasikan kembali di tahun 2021.

"Ini kita upayakan juga ada stimulus dari Kemenhub yang diusulkan ke Kemenkeu dapat terealisasi," ujar Novie. kbc10

Bagikan artikel ini: