Pasar rumah tapak masih eksis selama pandemi Covid-19

Kamis, 11 Februari 2021 | 10:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 ikut memberikan dampak pada sektor properti di Tanah Air. Meski demikian, konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan, hunian rumah tapak menjadi salah satu subsektor properti yang paling tangguh dan mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 sepanjang tahun lalu.

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan, pasar rumah tapak di Indonesia yang didominasi oleh konsumen pengguna akhir membuat potensinya berkembang sepanjang 2020.

Sepanjang tahun lalu, terdapat 16.000 unit produk rumah tapak yang diluncurkan. Angka ini memecahkan rekor peluncuran produk rumah tapak terbanyak sejak 2017. Dari 16.000 unit produk rumah tapak yang diluncurkan, sebanyak 13.000 unit produk terjual.

"Semester I kami lihat hanya ada 4.000 unit, tapi pada semester II kami lihat ada lonjakan 11.000 unit," ujarnya seperti dikutip, Rabu (10/2/2021).

Yunus menuturkan Tangerang, Banten, menjadi area favorit konsumen, kemudian disusul Bekasi dan Bogor, lalu Jakarta dan Depok.

Adapun konsumen banyak membeli produk rumah dengan dua kamar tidur yakni sebesar 56 persen, lalu tiga kamar tidur 22 persen, satu kamar tidur 10 persen, dan empat kamar tidur 10 persen.

Konsumen membeli rumah dengan kisaran harga Rp600 juta hingga Rp1,3 miliar sebanyak 49 persen dan kurang dari Rp600 juta sebesar 31 persen.

Yunus melihat ada peluncuran township atau kawasan perumahan skala besar dengan luas pengembangan di atas 200 hektare. Hal ini menunjukkan pengembang cukup aktif menangkap pasar tersebut pada 2020. Diproyeksikan ada tambahan pasokan dengan total 174 klaster dan 35.000 unit.

Country Head JLL Indonesia James Allan menuturkan dengan potensi sosial-ekonomi yang dimiliki Indonesia, para investor tetap menaruh minat terhadap sektor perumahan tapak di tengah pandemi. Pengembangan pusat-pusat data (data centres) juga menjadi sektor baru yang berkembang.

"Kolaborasi pengembang lokal dan asing tetap aktif terlihat dari peluncuran rumah tapak di wilayah Jabodetabek sepanjang 2020," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: