Laba 2020 turun 5%, BCA incar kredit tumbuh 6 persen di tahun ini

Selasa, 9 Februari 2021 | 13:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Central Asia Tbk. menargetkan pertumbuhan kredit 4 persen sampai 6 persen tahun ini. Perbaikan kinerja diprediksi akan menjadi momentum pembalikan kinerja fungsi intermedasi perseroan.

Direktur BCA Vera Eve Lim menyampaikan perseroan berharap pada perbaikan kinerja ekonomi tahun ini. Perseroan akan mengupayakan peningkatan kinerja berkualitas guna mendukung pemulihan kinerja pelaku usaha riil.

"Tahun ini kami bisa tumbuh 4 persen sampai 6 persen. Kami memihat banyak hal yang dilakukan pemerintah, ekonomi mulai baik tahun ini," katanya dalam paparan kinerja 2020 BCA, Senin (8/1/2021).

Adapun, Vera melanjutkan mobilitas masyarakat akan lebih baik pada tahun ini. Proses vaksinasi pemerintah akan mendorong mobilitas masyakat lebih aktif pada kuartal keempat tahun ini.

Untuk menunjang kinerja tersebut, Vera menyampaikan BCA mengalokasikan capital expenditure senilai Rp5,2 triliun tahun ini. Alokasi ini sedikit meningkat dari tahun lalu yang tercatta Rp5 triliun.

"Kami akan menambah data center lagi tahun ini. Kami juga akan membuka layanan Halo BCA lagi di Semarang," imbuhnya.

Sepanjang tahun 2020 lalu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba bersih perusahaan turun 5 persen menjadi Rp 27,1 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 28,56 triliun.

Pendapatan operasional BCA tercatat naik 5,1% dari posisi 2019 sebesar Rp 71,13 triliun menjadi Rp 74,75 triliun. Net interest income atau pendapatan bunga bersih juga naik 7,3% dari Rp 50,8 triliun menjadi Rp 54,5 triliun.

Namun untuk non interest income tercatat turun tipis 0,5% dari Rp 20,3 triliun di 2019 menjadi Rp 20,2 triliun.

Sepanjang 2020 total outstanding kredit BCA mencapai Rp 588,6 triliun. Angka itu turun 2,5% jika dibandingkan penyaluran kredit di 2019 sebesar Rp 603,7 triliun.

Sementara untuk rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross tercatat sebesar 1,8%, naik dari posisi 2019 1,3%. Sementara untuk net interest margin (NIM) turun dari 2019 6,2% di 2019 menjadi 5,7%.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan good will pemerintah sudah diterima secara positif oleh pelaku usaha. "Kendala memang ada pada kecepatan distribusi vaksin, tetapi good will sudah ada. Saya hakkul yakin, kredit akan bisa jauh melebihi tahun lalu," katanya.

Jahja menambahkan perseroan juga menyediakan dana untuk penyuntikan modal ke anak-anak usaha. Dana tersebut akan digunakan untuk menunjang peningkatan kinerja pada pemulihan ekonomi tahun ini.

"Sejumlah dana sudah kami siapkan. Kalau memang ada yang potensial, maka dana tersebut bisa langsung kami suntikkan," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: