Omset 71 persen perusahaan media cetak drop akibat pandemi Covid-19

Senin, 8 Februari 2021 | 11:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sebanyak 71 persen perusahaan media cetak di Tanah Air mengalami penurunan omset sebagai dampak Covid-19. Sejak Januari-April 2020, media cetak mengalami penurunan omset lebih dari 40 persen.

Ini terkuak berdasarkan data Serikat Pekerja Surat Kabar (SPS) Pusat yang melakukan survei ke 434 media massa. "Sebanyak 71 perusahaan pers cetak mengalami penurunan omset lebih dari 40 persen dibandingkan tahun 2019," kata Anggota Dewan Pers, Jamalul Insan dalam Webinar Percepatan Ekonomi Sosial: Apa yang Menjadi Prioritas?, Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Penurunan omset di masa pandemi ini pun berdampak pada pemotongan gaji karyawan. Setidaknya 50 persen perusahaan media massa memotong gaji karyawan dengan besaran 20-30 persen.

Selain itu, 43,2 persen perusahaan media cetak juga mengambil opsi merumahkan karyawan tanpa memberi gaji. Setidaknya dalam satu perusahaan telah merumahkan karyawan 25-100 orang.

"Perusahaan pers cetak mengambil opsi merumahkan karyawan tanpa gaji dengan kisaran jumlah karyawan yang dirumahkan antara 25-100 orang setiap perusahaan," tutur Jamalul.

Tak hanya itu, sebanyak 38,6 persen media cetak juga sudah dan atau berencana untuk melakukan Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.

Dalam satu perusahaan sudah ada 25 sampai 100 orang yang sedang menjalani proses PHK. "Jumlah karyawan yang sudah maupun dalam proses PHK berkisar 25-100 prang pada setiap perusahaan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: