Weleh! 5 Juta pengusaha mikro terjerat rentenir, 18 juta kebingungan cari pinjaman

Sabtu, 6 Februari 2021 | 11:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masih minimnya akses pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro di Tanah Air mendasari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk gencar melirik segmen tersebut.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, saat ini baru sekitar 20 persen pelaku usaha ultra mikro yang memiliki akses pembiayaan.

Sunarso menuturkan, selama ini sekitar lima juta pengusaha ultra mikro mencari sumber pendanaan dari "loan shark" atau rentenir dengan bunga tinggi, tujuh juta dari kerabat, dan 18 juta lagi masih bingung harus ke mana mencari pinjaman.

Oleh karena itu, BBRI ingin menjangkau lebih banyak pelaku usaha ultra mikro, terutama melalui pembiayaan digital.

"Mudah-mudahan kami bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya yang semurah mungkin," ujar Sunarso dikutip dari Antara, Jumat (5/2/2021).

BRI pun membidik sekitar 57 juta pelaku usaha ultra mikro yang minim akses pendanaan untuk diberikan fasilitas pinjaman murah via layanan digital.

Sunarso menyatakan, pelayanan kepada usaha ultra mikro memang harus digital agar lebih cepat. Perseroan juga ingin mencari sasaran yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah yang banyak.

Usaha ultra mikro berada di bawah usaha mikro, dengan plafon penyaluran kredit atau ticket size di bawah Rp10 juta. Tenor pinjamannya bisa lebih pendek, karena banyak dari pelaku usaha ultra mikro membutuhkan pinjaman harian.

Menyasar usaha ultra mikro, lanjut Sunarso, adalah bagian dari strategi emiten berkode saham BBRI tersebut untuk menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan baru. Selain itu, BRI juga mendorong nasabah mikro dan kecil untuk naik kelas.

Pada 2021, BRI optimistis kredit mampu tumbuh di atas rata-rata industri nasional, dengan faktor pendukungnya rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) yang terjaga di level 83,7 persen dibarengi perbaikan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan pada tahun ini perseroan cukup optimis dan percaya diri dengan fokus ke pertumbuhan sektor mikro. Pertumbuhan kredit 2021 ditargetkan di kisaran 6-7 persen dan marjin bunga bersih dijaga di kisaran 6,3 persen.

Kredit yang disalurkan BRI hingga Desember 2020 mencapai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional yang diperkirakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kisaran minus 1 hingga 2 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: