Porak-poranda akibat Covid-19, pemulihan pariwisata Jatim butuh kerja ekstra keras

Rabu, 3 Februari 2021 | 19:23 WIB ET
Kawah Ijen (istimewa)
Kawah Ijen (istimewa)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Pust Statistik (BPS) Jawa Timur Dadang Hardiwan menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak langsung dan paling terpukul saat pandemi Covid-19.

Hal ini terlihat pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia dan khususnya ke Jawa Timur yang turun drastis dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada tahun-tahun sebelumnya.

”Apabila dibandingkan selama Januari - Desember tahun 2016 - 2020, maka pada Januari - Desember 2020 jumlah wisman yang masuk Jawa Timur hanya 34.977 kunjungan, merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir,” kata Dadang Hardiwan di Surabaya, Rabu (3/2/2021).

Lebih lanjut ia menyatakan, meskipun jumlah kunjungan wisman di bulan Juni 2020 sempat mengalami peningkatan, akan tetapi jumlah kunjungan wisman secara total pada tahun 2020 masih jauh dari kondisi normal jumlah kunjungan wisman di Jawa Timur.

“Ke depan, ketika kondisi sudah normal, dengan tatanan yang baru, tentunya diperlukan upaya yang cukup berat untuk memulihkan kondisi pariwisata, khususnya kunjungan Wisman ke Jawa Timur,” tegasnya.

Ia menjelaskan, secara umum, pola kedatangan Wisman ke Provinsi Jawa Timur, pada bulan Januari-Desember selama tiga tahun terakhir semakin menunjukkan tren menurun. Pada tahun 2020 jumlah kunjungan wisman lebih rendah dibandingkan tahun 2019, yaitu dari 243.899 kunjungan menjadi 34.977 kunjungan. Sedangkan dibanding Januari - Desember 2018 dengan jumlah wisman 320.529 kunjungan.

Dan jumlah kunjungan wisman ke Jatim tahun 2020 tersebut semakin terpuruk akibat pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020. “Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait, agar jumlah wisman di periode berikutnya kembali meningkat,” ujarnya.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan Wisman ke Jawa Timur selama periode Januari - Desember 2020 sebanyak 34.977 kunjungan. Apabila dibandingkan dengan Januari - Desember 2019, jumlah kunjungan Wisman yang masuk ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 85,66 persen.

Sementara itu, kunjungan Wisman berkebangsaan Malaysia merupakan yang terbanyak pada periode Januari - Desember 2020 yaitu sebanyak 10.579 kunjungan dengan peran sebesar 30,25 persen. Selanjutnya kunjungan Wisman Singapura sebesar 3.966 kunjungan dengan kontribusi sebesar 11,34 persen dan dari Tiongkok sebesar 2.302 kunjungan dengan kontribusi sebesar 6,58 persen. kbc6

Bagikan artikel ini: