Bunga kredit diprediksi masih bisa turun di 2021, ini alasannya

Rabu, 3 Februari 2021 | 11:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Suku bunga kredit perbankan diperkirakan masih berpeluang untuk dilakukan pada tahun ini. Hal ini seiring dengan masih besarnya kapasitas perbankan sekaligus kecenderungan perbankan untuk mendorong kinerja debitur pada pemulihan ekonomi.

Adapun, suku bunga kredit terus mengalami tren penurunan di semua jenis penggunaan kredit. 

Suku bunga kredit modal kerja kerja tercatat turun 88 bps menjadi 8,88 persen, suku bunga kredit investasi turun 102 bps menjadi 9,21 persen, dan suku bunga kredit konsumsi turun 65 bps menjadi 10,97 persen.

Berdasarkan segmennya, suku bunga kredit ritel tercatat 8,88 persen atau turun 84,2 bps, korporasi tercatat 8,75 persen atau turun 79,9 bps, KPR tercatat 8,36 persen atau turun 73,1 bps, non-KPR tercatat 8,69 persen atau turun 56,3 bps, dan mikro tercatat 7,33 persen atau turun 49 bps.

Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede menyampaikan beban dana perbankan terkelola cukup baik selama masa pandemi. Hal ini membuat kapasitas perbankan untuk kembali menurunkan suku bunga kredit masih cukup besar. Terlebih, net interest margin yang masih berada pada posisi 4,4 persen saat ini.

Ekspektasi pemulihan ekonomi tahun ini pun akan berimplikasi pada peningkatan permintaan kredit sehingga membuat perbankan menurunnya persepsi risiko.

"Kami perkirakan penurunan suku bunga kredit cenderung diperkirakan akan terus berlanjut untuk mendorong proses pemulihan ekonomi nasional," katanya seperti dikutip, Selasa (2/2/2021).

Meski demikian, dia menggarisbawahi penurunan suku bunga kredit ini tidak akan terlalu menekan margin perbankan. Peningkatan aktifitas fungsi intermediasi akan sedikit meningkatkan margin perbankan dari pencapaian tahun lalu.

Apalagi, perbankan saat ini masih memiliki relaksasi aturan restrukturisasi kredit yang mampu membuat beban pencadangannya terjaga baik tahun ini. Pencadangan pun telah dilakukan agresif sejak tahun lalu.

"Namun, tetap saja prasyarat yang harus terpenuhi adalah penanganan Covid-19 yang baik dengan didukung oleh program vaksinasi yang diharapkan akan mengungkit sisi permintaan dari perekonomian," imbuhnya.

Adapun, Josua menjelaskan likuiditas perbankan saat ini tergolong melimpah. Bahkan, perbankan sudah mampu lebih aktif menghimpun dana murah dengan kemampuan digital banking-nya. Di samping itu, bunga spesial dari simpanan berjangka sudah banyak berkurang selama masa pandemi tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: