Pakai mobil listrik, perjalanan Jakarta-Bali diklaim cuma habiskan Rp200 ribu

Selasa, 2 Februari 2021 | 11:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) mengklaim biaya yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bali hanya sebesar Rp200 ribu dengan menggunakan mobil listrik.

Direktur Mega Project PLN Muhammad Ikhsan Asaad mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba dan dibuktikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Ini sudah dibuktikan Pak Menteri, ada salah satu komisaris kami ke Denpasar, Bali kalau menggunakan mobil listrik ke sana Rp200 ribuan biaya listriknya," ujarnya pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (1/2/2021).

Harga jauh lebih murah dibandingkan jika menggunakan mobil berbahan bakar bensin (BBM). Dengan jarak tempuh sama, dia menyebut ongkos BBM yang dibutuhkan sebesar Rp1,2 juta.

Ikhsan mengatakan, perbandingannya, jika dengan mobil konvensional jarak tempuh per 1 liter bensin ialah 10 kilometer. Sementara, setara dengan 1 liter Pertamax atau 5 kilowatt-hour (kWh) listrik, jarak yang ditempuh yaitu 50 kilometer.

Walau untuk pengisian bahan bakar lebih efisien, namun Ikhsan menyebut untuk pembelian di awal, mobil listrik saat ini jauh lebih mahal. Pasalnya, mobil listrik dikenakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 30 persen.

"Harga masih mahal, masih kena PPnBM, kira-kira 30 persen," imbuhnya.

Dalam mendukung percepatan peralihan penggunaan mobil konvensional ke mobil listrik, ia mengatakan sejak 2019 PLN sudah mulai membangun tempat cas atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hingga saat ini, SPKLU yang dibangun PLN berjumlah 32 yang tersebar di 22 lokasi.

Dia pun mendorong masyarakat yang memiliki kendaraan listrik untuk charge rumah. Dalam hal ini, dia menyebut PLN memberikan insentif berupa diskon 30 persen bagi mereka yang mengecas di rumah dari pukul 22.00 hingga 05.00 waktu setempat.

"Dari dealer mobil listrik, kalau ada pelanggan yang membeli itu langsung kami bantu, kami bantu kalau ingin menambah daya listrik. Itu upaya kami mendukung pengembangan EV di Indonesia," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: