Jurnalis di Jatim diusulkan masuk vaksinasi Covid-19 tahap dua

Selasa, 2 Februari 2021 | 10:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, vaksinasi Covid-19 tahap satu diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes). Tahap dua baru untuk sektor pelayanan publik.

"Saya mengusulkan agar jurnalis masuk tahap kedua karena beresiko juga dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan liputan dan hunting berita agar tersampaikan kepada masyarakat," katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Senin (1/2/2021).

Orang nomor satu di Jatim itu menyampaikan kalau dirinya sudah koordinasi dengan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim untuk mendapatkan data jurnalis bisa masuk daftar vaksinasi.

"Tahap kedua vaksinasi untuk semua yang memberikan layanan publik. Saya sudah komunikasi dengan kepala dinas kesehatan Jatim, termasuk di dalamnya yang memberikan layanan publik di garda terdepan adalah teman-teman jurnalis," ujar Khofifah.

Saat ini proses vaksinasi tahap pertama masih terus berlangsung dengan prioritas para tenaga kesehatan. Diketahui, sebanyak 190.625 nakes dan tokoh masyarakat di Jatim menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Sabtu (30/1/2021), dari jumlah total penerima vaksin, sebanyak 191.024 bersedia untuk divaksin. Kemudian yang sudah divaksin sebanyak 97.979 nakes atau setara 51,29%.

Usulan Khofifah ini senada dengan yang disampaikan Ahmad Muzani, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, beberapa waktu lalu. Muzani menyampaikan itu sebelum keluarnya izin pemakaian darurat dari BPOM dan fatwa halal MUI atas vaksin Covid-19 produksi perusahaan Sinovac.

Saat itu, awal November 2020, Muzani mengusulkan agar tenaga pengajar atau tenaga pendidik dan wartawan juga masuk daftar prioritas penerima vaksin.

"Saya usulkan, kalau memungkinkan wartawan dapat vaksinasi. Mereka bekerja tanpa batas waktu, tanpa batas pandemi. Harus ada jaminan keselamatan," tandasnya.

Menurutnya, tidak semua perusahaan media massa memberi proteksi kesehatan yang layak untuk para wartawan di masa pandemi. Karena itulah dia berharap pemerintah bisa merealisasikan usulannya menempatkan wartawan menjadi salah satu prioritas penerima vaksin Covid-19. kbc10

Bagikan artikel ini: