Januari 2021, Jatim alami inflasi 0,32 persen

Senin, 1 Februari 2021 | 23:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Awal tahun 2021 telah memberikan angin segar bagi masyarakat Jawa Timur. Meski pandemi masih belum usai bahkan di awal tahun ini pemerintah telah menetapkan kebijakan Pberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), optimisme masyarakat masih terjaga. Hal ini tercermin dari laju indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi Jatim di Januari 2021 yang mencapai 0,32 persen.

"Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Januari 2021 di delapan kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan di Surabaya, Senin (1/2/2021).

Dia menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,95 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen. Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami kenaikan indeks sebesar 0,20 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen.

"Selanjutnya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,06 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,26 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,25 persen. Sedangkan satu kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok transportasi, mengalami deflasi sebesar 0,03 persen," tambahnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2021 antara lain cabai rawit, tarif jalan tol, tempe, tahu mentah, melon, mobil, semangka, laptop/notebook, emas perhiasan, dan daging sapi.

Pada Januari 2021 dari sebelas kelompok pengeluaran, tujuh kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, dan empat kelompok lainnya memberikan andil yang sangat kecil.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing sebesar 0,02 persen.

"Kelompok yang memberikan andil inflasi selanjutnya adalah kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,01 persen," terang Dadang.

Sedangkan kelompok yang memberikan andil sangat kecil adalah kelompok kesehatan, kelompok transportasi, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, dan kelompok pendidikan.

Sedangkan tingkat inflasi tahun kalenderJanuari 2021 sebesar 0,32 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 1,25 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: