Ekspor non migas di saat pandemi, Mendag Lutfi pasang target 6,3 persen

Jum'at, 29 Januari 2021 | 19:53 WIB ET
Mendag Muhammad Lutfi
Mendag Muhammad Lutfi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi optimis pertumbuhan ekspor non migas pada tahun 2021 ini mampu tumbuh 6,3%.

Hal itu sejalan dengan proyeksi IMF yang menyebut pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh 5,2% dan volume perdagangan akan tumbuh 8,31%. "Kami menargetkan ekspor non-migas kita telah ditetapkan tumbuh 6,3%," kata Lutfi dalam konferensi pers 'Trade Outlook 2021' secara virtual di Jakarta Jumat (29/1/2021).

Lutfi menjelaskan, banyak faktor pendorong yang membuat ia optimistis target tersebut bisa terealisasi. Salah satu faktor yang terbesar di antaranya adalah sudah dimulainya proses vaksinasi masal yang dilakukan di 2021.

"Banyak sekali faktor yang akan mempengaruhi, pertama adalah suksesnya vaksinasi, bukan hanya di Indonesia tapi di mitra dagang kita yang terbesar. Kami merasa yakin ekspor non-migas RI bisa tumbuh 6,3% ini tentu hal yang ingin kita genjot ke depan," terangnya.

Dari total target tersebut, ia menargetkan akan meningkatkan nilai ekspor ke mitra dagang utama, yaitu ke China yang ditarget bisa tumbuh 7,86 %.Khusus proyeksi ekspor non-migas terbesar ke China, Lutfi sebelumnya pernah menjelaskan ekspor RI mengalami defisit sebesar $9,4 miliar karena RI hanya mengekspor $29 miliar, sementara impor RI ke China mencapai $39 miliar.

Selain China, negara lain yang proyeksi untuk ekspornya bisa digenjot yaitu, pengiriman barang non-migas ke Amerika Serikat dengan proyeksi pertubuhan 3,87%. Sebelumnya di 2020, ekspor RI ke AS adalah sebesar $18 miliar dan impor Indonesia $7,5 miliar sehingga neraca dagang RI mengalami surplus besar.

Lutfi menjelaskan, hal ini harus terus dipertahankan. Ada pula negara lain yang akan digenjot ekspornya, yaitu Jepang naik 2,97%. Untuk India targetnya 8,67%, Singapura 3,84%. Sementara untuk Malaysia, Filipina, Korea Selatan Thailand, dan Vietnam diharapkan bisa tumbuh baik.

"Karena di sini ada produk-produk seperti tembaga, mobil, barang elektronik rumah tangga dan suku cadang kendaraan akan bisa tumbuh dengan sehat. Mudah-mudahan ini bisa tercapai (6,3%)," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: