Awali 2021, BUMN Barata Indonesia tancap gas ekspor pembangkit listrik ke Bahrain hingga Brazil

Kamis, 28 Januari 2021 | 16:26 WIB ET

CILEGON - Mengawali 2021, PT Barata Indonesia (Persero) tancap gas dengan melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke dua negara. Divisi Pembangkit, lewat Pabrik Komponen Turbin di Cilegon, melakukan ekspor ke Bahrain dan Brazil pada Rabu (27/1).

Untuk ekspor ke Bahrain, dua komponen pembangkit andalan BUMNN manufaktur itu, yakni LP Outer Casing dan Condenser akan digunakan pada Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Al Dur Phase II, yang dibangun di lokasi existing dekat site Al Dur Phase I IWPP Plant, yang sebelumnya juga menggunakan produk Barata Indonesia, untuk penyediaan komponen Pembangkit Listrik. 

Nantinya pembangkit tersebut akan memiliki empat Gas Turbine Generation (GTG) dengan empat Heat Recovery Steam Generator serta dua Steam Turbine. Untuk mengerjakan komponen tersebut, Pabrik Komponen Turbin Cilegon membutuhkan waktu 60.000 jam kerja. 

Selain melakukan ekspor ke Bahrain, Barata Indonesia juga melakukan ekspor komponen pembangkit, Steam Turbine Condenser ke Pembangkit Listrik Parnaiba V, di Brasil. Menjadi membanggakan, karena tidak hanya sekedar ekspor, namun ekspor Steam Turbine Condenser kali ini juga merupakan salah satu yang terbesar dan terpanjang yang pernah dikerjakan pabrik cilegon dengan tonase hampir 500 ton.

Direktur Operasi Barata Indonesia, Bobby Sumardiat Atmosudirjo menjelaskan bahwa target perusahaan tidak berubah, yakni akan terus menjadi perusahaan manufaktur nasional yang berdaya saing hingga mancanegara. Perseroan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemulihan ekonomi nasional melalui performa ekspor. ”Target kami tahun 2021 sebesar 30 Juta USD,“ ujar Bobby. 

Ini adalah semangat optimisme kami untuk terus menghasilkan produk – produk manufaktur yang tidak hanya kompeten tapi berdaya saing global secara berkelanjutan. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2020, Barata berhasil mencatatkan performa  penjualan sebesar Rp 1,2 trilyun dan kinerja ekspor sebesar Rp388,7 miliar.

Lebih lanjut, Bobby juga mengaku optimistis kinerja perseroan dapat segera bangkit seiring dengan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong proyek pembangunan di berbagai industri kembali menggeliat sehingga berdampak pada peluang pendapatan perseroan. kbc2

Bagikan artikel ini: