PUPR gelontorkan Rp21 triliun bantu masyarakat miskin miliki rumah

Kamis, 28 Januari 2021 | 15:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan banyak anggaran bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat miskin pada 2021 ini.

Pertama, sebesar Rp 16,66 triliun untuk Fasilitas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Itu digelontorkan untuk pembiayaan 157.500 unit rumah.

Kedua, sebesar Rp 630 miliar untuk subsidi bantuan uang muka pembelian rumah. Ketiga, sebesar Rp1,6 triliun untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Anggaran digelontorkan untuk bantuan pembiayaan 39.996 unit rumah.Sedangkan, anggaran keempat yang sebesar Rp 2,8 triliun digelontorkan untuk program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Itu dialokasikan untuk 25.380 unit rumah. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan anggaran tersebut digelontorkan demi memenuhi kebutuhan hunian layak, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Dana ini digelontorkan dalam rangka mencapai target peningkatan akses rumah layak huni sebesar 56,75% menjadi 70% yang sudah ditetapkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman," kata Basuki dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Dia menambahkan, untuk anggaran FLPP, yang digelontorkan pemerintah pada tahun ini merupakan yang tertinggi sejak program ini dimulai. Supaya itu bisa disalurkan dengan cepat dan tepat, pihaknya menggandeng 30 bank pelaksana.

Untuk memberikan perlindungan konsumen yang mendapatkan fasilitas itu, Kementerian PUPR terus meningkatkan pengawasan terhadap kualitas rumah melalui rapid assessment terhadap 1.003 unit rumah di 76 proyek perumahan yang tersebar di 11 provinsi.kbc11

Bagikan artikel ini: