Melantai di bursa, perusahaan pesaing TikTok ini bidik Rp75 triliun

Selasa, 26 Januari 2021 | 16:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemilik aplikasi video pendek China, Kuaishou Technology berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini. Perusahaan pun berupaya mengumpulkan dana banyak US$5,4 miliar setara Rp 75,7 triliun (kurs Rp 14.033).

Mengutip dari Bloomberg, Senin (25/1/2021) Startup video pendek, yang didukung oleh Tencent Holdings Ltd., akan menjual 365 juta saham masing-masing seharga HK$ 105 hingga HK$ 115.

Perusahaan akan mulai menerima pesanan investor dari hari ini hingga 29 Januari mendatang dan dijadwalkan terdaftar pada 5 Februari 2021 di Hong Kong.

IPO startup asal China ini juga akan memberikan dorongan lain untuk pasar modal Hong Kong dan bisa menjadi yang terbesar di Asia sejak Budweiser Brewing Co. APAC Ltd. berhasil meraup US$5,8 miliar dua tahun lalu.

Per hari ini, Kuaishou mengungkapkan pengguna aktif bulanan telah mencapai 481,4 juta. Co-founder Kuaishou Su Hua menekankan perusahaan mengejar pertumbuhan di masa depan dengan menerapkan format video sebagai layanan jual beli atau berbelanja online.

Sejauh ini, penawaran Kuaishou telah menarik 10 investor yang setuju berinvestasi senilai US$2,45 miliar saham. Daftar investor tersebut termasuk The Capital Group, Temasek Holdings Pte, GIC Pte, BlackRock Inc. dan Abu Dhabi Investment Authority.

Para investor juga setuju untuk menahan saham selama enam bulan dengan imbalan alokasi awal yang terjamin. Selain itu, Morgan Stanley, Bank of America Corp. dan China Renaissance adalah sponsor bersama dari kesepakatan itu.

Berdasarkan sejarah perusahaan, Kuaishou menjadi salah satu kisah sukses internet terbesar di China dalam dekade terakhir. Kuaishou sendiri ini berarti tangan cepat. Perusahaan juga menjadi generasi perusahaan rintisan yang berkembang pesat dengan dukungan Tencent.

Tencent memiliki sekitar 21,6% saham di Kuaishou. Saham Tencent dan penasihat IPO China Renaissance Holdings Ltd. pun melonjak di Hong Kong. Tencent sendiri mengalami lonjakan saham sebanyak 6,4% ke level tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan Senin (25/1/2021) kemarin. kbc10

Bagikan artikel ini: