Duh! 3,5 juta pekerja dirumahkan, 53 persen usia produktif

Sabtu, 23 Januari 2021 | 13:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat 53% tenaga kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Persentasi tersebut berasal dari usia produktif antara 18-30 tahun.

"Masih banyak (masyarakat) memerlukan pekerjaan. Dari survei hari ini yang baru saja keluar, berdasarkan data-data 53% adalah usia kurang lebih 18-30 yang sangat produktif," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam Webinar, Jumat (22/1/2021).

Di lain sisi, selama pandemi Covid-19 berlangsung pemerintah juga mencatat adanya penambahan angka pengangguran di Indonesia. Jumlah itu, terdiri dari 3,5 juta karyawan sejumlah perusahaan yang dirumahkan. "Banyak yang kehilangan lapangan kerja. Sekarang yang dirumahkan terus bertambah ada 3,5 juta," kata dia.

Meningkatnya tingkat pengangguran di Tanah Air pun menjadi konsentrasi pemerintah. Mantan Bos Inter Milan Itu menyebut, rumusan program-program baru pemerintah pun diarahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pemerintah, kata dia, akan menghindari persoalan birokrasi yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Karena hal itu memperlambat program pengentasan pengangguran itu sendiri.

"Seyogyanya kita bersama-sama tentu pemerintah, masyarakat bisa membuat program-program yang bisa langsung mendapatkan kepada tujuannya. Tidak berkepanjangan dengan birokrasi yang berbelit-belit, tetapi bisa langsung dirasakan," ujarnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, tingginya angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sudah mencapai 29,12 juta.

Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera diselesaikan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.

"Tingkat pengangguran di indonesia masih alami tantangan dan kita lihat, 29,12 juta orang butuh lapangan kerja dan 29,12 itu adalah orang yang berusia kerja dan mayoritas punya pendapatan rendah sehingga tentu ini harus dijaga agar kemiskinan tidak bertambah," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: