Pelanggan melejit di tengah pandemi, Netflix raup pendapatan Rp350 triliun

Kamis, 21 Januari 2021 | 14:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), perusahaan penyedia jasa layanan streaming berbasis langganan Netflix mengalami lonjakan jumlah pengguna.

Dilansir dari BBC, Rabu (20/1/2021) kini Netflix memiliki lebih dari 200 juta pelanggan berbayar. Jumlah tersebut meningkat 30 persen dari tahun 2019.

Sebanyak 37 juta pelanggan baru menggunakan layanan Netflix tahun 2020, termasuk tambahan 8,5 juta pengguna baru dalam tiga bulan terakhir tahun tersebut.

Penambahan jumlah pelanggan yang diikuti dengan kenaikan harga berlangganan di beberapa negara membantu mendongkrak pendapatan Netflix sebesar 24 persen.

Pada kuartal terakhir tahun lalu, Netflix mencatatkan pendapatan sebesar 6,6 miliar dollar AS. Jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 92,4 triliun (kurs Rp 14.000), sementara laba mencapai 542 juta dollar AS atau Rp 7,588 triliun.

Sementara untuk keseluruhan tahun 2020, netflix mencatatkan pendapatan sekitar 25 miliar dollar AS atau Rp 350 triliun dengan laba mencapai Rp 39,2 triliun.

Tak bisa dipungkiri, Netflix memiliki tingkat utang yang cukup tinggi lantaran ekspansi bisnis besar-besaran yang dilakukan perusahaan.

Namun demikian, dengan lonjakan pendapatan tersebut, perusahaan mengatakan dapat berhenti melakukan utang untuk mendanai operasional perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga tengah mempertimbangkan untuk menggunakan pendapatan untuk melakukan buyback saham.

Bisnis perusahaan dalam satu tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sebab kini Netflix telah meningkatkan pelanggan di luar Amerika Serikat dan Kanada.

Sebelumnya, lebih dari 80 persen pelanggan baru Netflix berasal dari kedua negara tersebut.

Kenaikan jumlah pelanggan Netflix dalam satu tahun terakhir disebabkan oleh kian banyaknya film yang berasal dari berbagai negara, serta memfasilitasi beragam bahasa untuk pelanggan mereka di seluruh dunia. kbc10

Bagikan artikel ini: