Sri Mulyani sebut banyak masyarakat ogah disuntik vaksin Covid-19

Rabu, 20 Januari 2021 | 11:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Indonesia. Meski demikian, ternyata ada sebagian masyarakat mencoba menghindari vaksinasi karena banyak kabar vaksinasi tidak baik.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (19/1/2021). Padahal, menurut dia, vaksinasi ini memilili peran penting untuk menciptakan herd imunity dalam mencegah penularan Covid-19.

"Banyak yang tidak mau divaksin dan mau menghindari vaksin ini. Karena aman enggak vaksin. Makanya kita mengkomunikasi pentingmya herd imunty sehingga indonesia bisa menangani covid ini," kata Sri Mulyani.

Dia bilang, pandemi Covid-19 ini masih akan terus terjadi. Apalagi adanya mutasi virus baru ini membuat beberapa negara melakukan pengetatan kegiatan atau melakikan lockdown..

"Mutasi virus ini sangat cepat walaupun berbahaya. Karena mereka pengetatan sosial karena muncul varian virus baru," jelasnya.

Dia menambahkanIn, donesia merupakan salah satu negara yang beruntung lantaran mendapat jatah vaksin covid-19. Pasalnya, masih ada negara yang belum mendapatkan akses vaksin tersebut.

"Jadi kita beruntung telah bisa mengamankan suatu jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk Indonesia bisa mendapatkan apa yang disebut herd immunity," tandas Sri Mulyani.

Dia pun meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mengalokasikan anggaran untuk program vaksinasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apalagi kebutuhan anggaran vaksinasi tidak sedikit.

Untuk itu, ia meminta peran pemda untuk ikut menjalankan program vaksinasi yang dimulai tahun ini.

"Meskipun kita telah mengalokasikan untuk APBN tahun 2021 ini, kita jelas akan meminta pemerintah daerah untuk turut serta di dalam menangani program vaksinasi itu termasuk dalam APBD-nya," kata Sri Mulyani. kbc10

Bagikan artikel ini: