Dorong milenial dan perempuan jadi bos BUMN, Erick sebar beasiswa

Senin, 18 Januari 2021 | 10:44 WIB ET
Meneri BUMN Erick Thohir
Meneri BUMN Erick Thohir

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tak henti dalam merombak komposisi pengendali di perusahaan pelat merah. Dia pun berkomitmen untuk menyiapkan sekitar 15 persen kursi di jajaran direksi untuk kelompok perempuan dan generasi milenial.

"Saya ingin komposisi direksi BUMN ada 15 persen dari perempuan. Saya juga mau ada direksi BUMN ada yang usianya di bawah 40 tahun, jumlahnya paling tidak 15 persen," ujarnya dalam sebuah acara secara virtual, Sabtu (16/1/2021).

Dia pun berjanji untuk memberikan beasiswa kepada para milenial di perusahaan milik negara yang memiliki potensi. Itu akan dilaksanakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada pendidikan.

Dalam hal ini, Erick mencontohkan jika dirinya ingin memberikan beasiswa kepada para Account Officer (AO) di PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang mayoritas merupakan golongan milenial tamatan SMA.

"Saya berharap nanti PNM, para direksinya yang hadir, bisa memberikan kesempatan pada AO-AO kita mendapat pendidikan yang jauh lebih tinggi lagi dari program CSR daripada BUMN," pintanya.

"Saya yakin ada AO-AO yang bisa juga jadi direksi. Tetapi tentu harus diawali dengan pendidikan yang lebih baik," kata Erick Thohir.

PNM pun diminta untuk memetakan siapa saja AO yang punya kinerja terbaik, untuk kemudian menyekolahkannya kembali guna mencapai pendidikan lebih tinggi.

"Dari kementerian kami nanti cari solusi, dalam arti beri beasiswa pada ao yg ada di PNM. Insya Allah, saya minta para direksi terus tanggung jawab atas program ini," tukas Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu Erick juga minta kepada para Account Officer (pendamping) PNM untuk dikritik dan diberi saran terkait kinerja dalam menjalankan bisnis perusahaan. Sebab para AO merupakan garda terdepan dalam menjalan berbagai kebijakan perusahaan atau pemerintah.

"Saya ingin dengar langsung dari para AO mungkin ada perwakilan. Ada tidak kritik dan saran? karena kalian yang terdepan untuk para pimpinan yang hadir di sini termasuk saya," kata Erick.

Sebagai pejabat publik, dia ingin ada keterbukaan dan transparansi antara para pimpinan dengan karyawan. Sebab kritik dan saran merupakan obat dari kinerja perusahaan.

"Ini era keterbukaan, era transparansi. Harus terbuka pada kritik dan saran, itu obat yang baik," kata dia.

Sebaliknya ragam pujian kata Erick justru menjadi racun dan bisa menghancurkan. "Kalau kita dipuji-puji terus, itu racun," ungkapnya.

Maka dari itu, Erick selalu mengajarkan jajaran BUMN agar terbuka pada kritik dan saran. Dia pun meminta para AO untuk tidak takut dalam menyampaikan atau berpendapat. "Adik-adik AO jangan takut, jangan takut juga ini dicatet direksi terus jadi tripal merah" tegas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: