YLKI sebut pengaduan jaringan internet melejit selama pandemi

Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penggunaan internet oleh masyarakat mengalami kenaikan 5-10 persen selama masa pandemi Covid-19. Angka ini lebih rendah dibandingkan penggunaan internet saat musim lebaran yang mengalami kenaikan 20-30 persen.

Namun kenaikan penggunaan internet ini juga dibarengi dengan peningkatan pengaduan terkait jaringan internet oleh masyarakat. 

"Menurut Kominfo (Kementerian Informasi dan Teknologi) kenaikannya hanya 5-10 persen, lebih tinggi saat Lebaran 20-30 persen," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, dalam Webinar Kompas 100 CEO FORUM, Digitization; Catching Up with The New Era of Consumer, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Padahal, kata Tulus, peningkatan penggunaan internet selama masa pandemi ini banyak orang. Mulai dari pegawai yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH), pembelajaran jarak jauh bagi pelajar dan mahasiswa serta aktivitas lainnya.

Peningkatan penggunaan internet ini juga diiringi dengan keluhan yang diadukan pelanggan. Baik itu di kategori mobile broadband atau fixed broadband. Keluhan yang banyak diadukan terkait kendala stabilitas jaringan, diskoneksi dan jaringan yang belum merata.

"Pengaduan ke lembaga kami ini buat semua operator jaringan internet. Ada 32 persen ini yang mengeluhkan jaringan internet. Pengaduan diskoneksi, jaringan naik turun dan sebagainya," kata dia.

Terkait jaringan optik, kata Tulus, upaya fiberisasi optik yang dilakukan Indihome dinilai belum optimal. Sebab, tidak semua wilayah mendapatkan akses layanan jaringan internet yang maksimal.

"Banyak titik yang Indihome berhasil dimerahkan tetapi banyak daerah 3T yang belum dimerahkan," ungkap Tulus.

Untuk itu dia meminta para operator penyedia layanan internet untuk memperhatikan berbagai pengaduan yang masuk ke YLKI.

"Bagi operator ini mohon perlu diperhatikan," pungkas dia. kbc

Bagikan artikel ini: