Karena pandemi, konsumsi BBM di Jatim-Balinus saat libur Natal dan Tahun Baru melorot

Rabu, 13 Januari 2021 | 13:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Konsumsi energi khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan selama periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di empat wilayah layanan Pertamina Marketing Region Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur).

Tim Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pertamina yang mulai aktif dari tanggal 7 Desember 2020 sampai dengan tanggal 10 Januari 2021 kemarin, mencatatkan penurunan yang hampir merata di seluruh provinsi tersebut.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, C.D. Sasongko menyatakan, secara keseluruhan konsumsi produk BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) pada masa satgas mengalami penurunan sebesar 5 persen, rata-rata konsumsi harian pada masa normal (Januari - November 2020) sebanyak 16.900 Kilo Liter (KL) per hari turun menjadi 16.100 KL per hari.

"Jika dibandingkan dengan data konsumsi masa Satgas Nataru Pertamina sebelumnya (Tahun 2019/2020), BBM jenis Gasoline juga turun lebih jauh lagi sebesar 15 persen," tambah Sasongko. Untuk produk BBM jenis Gasoil (BioSolar, Dexlite dan Pertamina Dex) hasil catatan Tim Satgas juga turun 11 persen, dari rata-rata konsumsi harian normal 7.500 KL perhari menjadi 6.600 KL per hari. Jika dibandingkan dengan data periode yang sama tahun lalu rerata konsumsi harian ini turun sebesar 17 persen," ujar Sasongko di Surabaya, Rabu (13/1/2021).

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat sudah banyak yang memilih untuk mematuhi protokol kesehatan dan melakukan tindakan preventif pencegahan penyebaran COVID-19, dengan tidak melakukan perjalanan mudik atau berpergian untuk rekreasi selama Natal dan Tahun Baru.

Berlainan dengan catatan konsumsi produk BBM Gasoline dan Gasoil, konsumsi bahan bakar pesawat udara, Avtur mengalami peningkatan, sebesar 13 persen dibanding rata-rata harian normal, dari 910 KL per hari menjadi 1.030 KL per hari. Demikian halnya dengan Liquified Petroleum Gas (LPG) di wilayah Jatimbalinus, rerata konsumsi harian LPG bertambah sebesar 8 persen, dari rerata harian normal sebanyak 5.300 Metrik Ton (MT) per hari, menjadi 5.700 MT per harinya. Meskipun penyaluran tercatat naik, namun stok Avtur dan LPG  Pertamina hingga saat ini mencukupi dan tersedia bagi masyarakat.

"Selama masa Satgas, Pertamina Marketing Region Jatimbalinus telah menyiagakan layanan BBM di titik potensi jalur mudik dan juga daerah wisata. 1.386 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Jatimbalinus," lanjutnya.

Selain itu itu juga ada tambahan sarana pelayanan 4 titik Kiosk Pertamax dan Pertamina Dex kemasan, 4 titik Kiosk Modular di Rest Area yang tidak terdapat SPBU, 62 titik Pertamina Delivery Service (PDS) yang disebar di seluruh wilayah dan exit tol, serta 16 SPBU kantong telah mengawal penyaluran BBM selama Natal dan Tahun Baru. 

"Ditambah dengan kesigapan pelayanan kebutuhan LPG di wilayah Jatimbalinus, sebanyak 501 titik agen dan 5.079 titik pangkalan LPG 3 Kg, yang tetap buka dan melayani masyarakat di hari libur. Dan juga 100 agen dan 1.178 pangkalan LPG BrightGas yang telah melayani kebutuhan energi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru 2021," tutur Sasongko.

Setelah berlangsung selama kurang lebih satu bulan, masa aktif Satgas Nataru Pertamina Tahun 2020/2021 berakhir. Sejak dimulai pada 7 Desember 2020, tim Satgas telah melayani kebutuhan energi bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan dalam semua layanan baik BBM maupun LPG, termasuk membagikan 250 ribu masker bagi pelanggan di sejumlah SPBU wilayah Jatimbalinus sepanjang masa Satgas berlangsung. kbc6

Bagikan artikel ini: