Pertumbuhan kredit bank tahun ini diprediksi masih terkontraksi, ini alasannya

Rabu, 13 Januari 2021 | 10:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kondisi perekonomian di Tanah Air tahun ini diprediksi masih tumbuh stagnan. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan kredit di perbankan yang diyakini masih terkontraksi pada kuartal I/2021.

Di sisi lain, dengan masih terhambatnya aktivitas ekonomi, likuiditas perbankan diperkirakan masih akan tetap ample di awal tahun ini, mengingat korporasi serta konsumen atau masyarakat kelas menengah dan atas masih akan melanjutkan menyimpan dananya di sektor perbankan. 

"Dengan kondisi tersebut, kami perkirakan kondisi LDR perbankan masih belum mengalami perubahan yang signifikan," ujar Ekonom Bank Permata, Josua Pardede seperti dikutip, Selasa (12/1/2021).

Meskipun demikian, dengan pengelolaan risiko kredit yang terkelola dengan baik, maka NPL diperkirakan masih stabil di kisaran 3,1-3,3%. Lebih lanjut, program vaksinasi yang masih akan terus berlanjut dan akan didistribusikan kepada masyarakat pada semester I tahun ini, diperkirakan akan mulai menciptakan herd immunity secara gradual sedemikian.

Sehingga akan mendorong optimisme konsumen untuk mulai berbelanja yang selanjutnya akan berimplikasi pada peningkatan sisi produksi serta potensi peningkatan permintaan kredit. "Namun demikian, potensi peningkatan permintaan kredit tersebut diperkirakan akan mulai terjadi paling cepat pada kuartal 3/2021 dan akan berlanjut hingga akhir tahun 2021," ungkap dia.

Oleh sebab itu dengan peningkatan pertumbuhan kredit pada akhir tahun, maka diharapkan akan mendorong peningkatan kinerja perbankan terutama net interest income dan profitabilitas perbankan. kbc10

Bagikan artikel ini: